Korban Banjir Kampung Pulo Tidur di Emperan Toko

Senin, 24 Februari 2014 Reporter: Nurito Editor: Agustian Anas 4559

pengungsi__emperan_toko.jpg

(Foto: doc)

Nasib korban banjir di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur sangat memprihatinkan. Bagimana tidak, warga harus rela tidur di emperan toko akibat rumah mereka kembali terendam banjir. Bahkan, para korban banjir tidur hanya beralaskan tikar dan kardus dan hanya mengandalkan atap kanopi ruko.

Sarifudin atau akrab disapa Jek (40), mengaku terpaksa tidur di emperan toko bersama ratusan warga lainnya. "Habis mau bagaimana lagi, ya terpaksa tidur di emperan toko. Tenda tidak ada dan posko pengungsian adanya di kantor Sudin Kesehatan. Kita malas ke sana karena semalam penuh banget dan lokasinya jauh. Kalau di sini (emperan toko-red) kita bisa sambil lihat-lihat rumah," ujar Jek, Senin (24/2).

Dikatakan Jek, hingga hari ini, rumahnya yang terletak di RT 03/03 Kampung Pulo masih terendam banjir dengan ketinggian 1,5 meter. Ia bersama korban banjir lainnya pun tak dapat beraktivitas. Mereka hanya bisa pasrah, duduk-duduk di emperan toko.

Pantauan beritajakarta.com, ratusan sepeda motor milik warga diparkir dengan rapi di pinggir jalan. Sejumlah barang milik warga pun ditumpuk di sudut-sudut emperan toko. Umumnya barang disimpan dalam tas, kardus maupun plastik, berisi pakaian milik korban banjir. Kondisi ini membuat Jl Raya Jatinegara Barat ditutup warga. Terutama mulai dari depan RS Hermina hingga pertigaan tong tek. Namun hanya jalur lambat yang ditutup. Sedangkan jalur cepat dan jalur bus Transjakarta masih tetap dibuka.

Jek menyebut, jumlah warga yang mengungsi di emperan toko itu mencapai 145 KK. Mereka umumnya warga RT 03- 04/03 Kampung Pulo.

Camat Jatinegara, Sofyan Taher menyebutkan, warga Kampung Pulo sebenarnya sudah disiapkan lokasi pengungsian di kantor Sudin Kesehatan dan GOR Jakarta Timur. Bahkan RS Hermina juga menyiapkan lahan untuk korban banjir. Namun sebagian dari mereka malah memilih tidur di emperan toko. Mereka umumnya warga pengontrak.

Pihaknya enggan menyiapkan tenda pengungsian di Jl Jatinegara Barat karena dianggap tak layak dan tak manusiawi. Warga justru diberikan tempat layak di posko pengungsian yang telah disediakan namun entah mengapa sebagian warga menolak.

"Itu kan tak layak kalau tenda di jalan. Kita sudah siapkan posko pengungsian tapi sebagian warga malah menolak. Padahal warga yang rumahnya di dalam Kampung Pulo saja mau mengungsi ke kantor Sudin Kesehatan," ujar Sofyan Taher.

Dalam catatannya, pengungsi di kantor Sudin Kesehatan Jakarta Timur pagi ini sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Namun ia enggan menyebut jumlah pengungsi tadi malam. Sedangkan di RS Hermina sebanyak 35 KK, itupun warga hanya menginap dan pagi ini sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Di GOR Jakarta Timur sebanyak 80 KK dan di kantor Kelurahan Bidara Cina ada 35 KK.

Sementara itu, ketinggian air di pemukiman warga Kampung Pulo, saat ini masih antara 30-1 meter. Sebagian warga memang rumahnya masih terendam banjir. Namun sebagian besar lainnya sudah mulai surut. Sehingga warga membersihkan lumpur sisa banjir kemarin.

Sofyan menambahkan, untuk bantuan makanan hari ini memang sudah distop. Pasalnya, pengungsi sudah pulang ke rumahnya masing-masing.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7047

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4683

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2218

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2215

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1761

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks