Dinkes Fasilitasi Pengobatan Gratis Penderita Pengeriputan Otak

Selasa, 26 November 2019 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Toni Riyanto 3181

Dinkes DKI Tindalanjuti Warga yang Alami Pengeriputan Otak di Pejaten Timur

(Foto: Aldi Geri Lumban Tobing)

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memberikan pengobatan gratis dan pendampingan bagi Panggah (14), warga Jalan Swadaya 1 Pejaten Timur, Pasar Minggu yang mengalami pengeriputan otak.

Kami akan terus memantau kondisi kesehatan Panggah,

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, Panggah mengalami masalah kesehatan yang terkait dengan perkembangan otak sejak usia 12 tahun.

Masalah kesehatan tersebut menimbulkan efek samping terhadap gangguan pencernaan karena ada kesulitan untuk menerima asupan makan.

"Pangah tidak bisa makan secara oral melalui mulut. Sehingga, kami lakukan tindakan dengan menggunakan selang Nasogastrik Tube atau NGT," ujarnya, Selasa (26/11).

Widyastuti menjelaskan, selain melakukan perawatan, tenaga kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga mengedukasi pihak keluarga mengenai teknis memasukan minuman dan makanan, melakukan observasi menelan, dan memberikan informasi mengenai bahaya aspirasi.

"Tim memberikan pendampingan dan mengajarkan kepada keluarga bagaimana cara merawatnya karena Panggah tidur berbaring, kemudian memeriksa anak, menimbang, mengkonversi jenis makanan apa yang paling tepat dengan kondisi ananda Panggah," terangnya.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan sudah memotivasi pihak keluarga agar Panggah dirujuk ke rumah sakit. Namun, sementara ini pihak keluarga belum berkenan dan lebih memilih agar Panggah dirawat di rumah.

Untuk itu, rencana tindak lanjut yakni akan dilakukan rehabilitasi medik masyarakat oleh keluarga dengan pemantauan petugas, evaluasi gizi, dan perawatan luka.

"Saya sudah menyiapkan tim secara terjadwal koordinasi antara RT/RW setempat dengan tim puskesmas dan jajaran Dinkes bersama keluarga untuk penjadwalan kunjungan, kita berharap sekiranya tetap harus dirujuk ke rumah sakit tentunya kami edukasi lagi supaya mau dirawat di rumah sakit," ungkapnya

Widyastuti menegaskan, ini bukan kasus semata-mata masalah gizi, tapi karena faktor penyakit yang berdampak kepada pola makan dan pola asupan gizi yang tidak sama dengan usianya. Sehingga, diperlukan makanan cair yang tentunya tidak mudah.

"Kami turun tangan hadir sebagai wakil pemerintah untuk memberikan pengobatan dan pendampingan secara gratis kepada ananda Panggah. Kami akan terus memantau kondisi kesehatan Panggah," tandasnya.

BERITA TERKAIT
       Peringatan Hari Kesehatan Nasional Digelar di Palmerah

Peringatan Hari Kesehatan Nasional di Palmerah Berlangsung Meriah

Kamis, 14 November 2019 2816

Sudinkes Kepulauan Seribu Gelar Layanan Kesehatan Gratis

Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Diadakan di RPTRA Amiterdam

Rabu, 06 November 2019 5101

 Pertama se-Indonesia, Klinik Pratama Satpelkes Balai Kota Terakreditasi Paripurna

Klinik Pratama Satpelkes Balai Kota DKI Raih Akreditasi Paripurna

Selasa, 19 November 2019 11874

RSUD Kebayoran Baru Raih Penghargaan sebagai Role Model Penyelenggara Pelayanan Publik Kategori Pela

RSUD Kebayoran Baru Fokus Kembangkan Aplikasi SeKepal Hati Rasa Baru

Jumat, 22 November 2019 4536

       Tenaga Kesehatan DKI Terima Penghargaan dari Kemenkes RI

Tenaga Kesehatan DKI Terima Penghargaan dari Kemenkes RI

Kamis, 14 November 2019 3517

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2349

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2371

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1714

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 981

IMG 20260314 160842

150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

Sabtu, 14 Maret 2026 1763

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks