6 SPBG Segera Dibangun di Jakarta

Kamis, 20 Februari 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Lopi Kasim 3781

spbg_belum_beroperasi_ilus.jpg

(Foto: doc)

Keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) untuk bus Transjakarta maupun angkutan umum massal lainnya di ibu kota akan terus ditambah. Terlebih, Pemprov DKI Jakarta juga terus menambah jumlah bus Transjakarta yang menggunakan bahan bakar gas. Untuk itu, tahun ini, Pemprov DKI akan merealisasikan pembangunan enam BBG dan dua mobile refuelling unit (MRU). Selanjutnya, penambahan stasiun SPBG akan dilakukan secara bertahap setiap tahunnya hingga mencapai kebutuhan ideal yakni sebanyak 45 SPBG.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta akan ikut berkontribusi dalam pembangunan enam unit SPBG dan dua unit MRU tahun ini. Keterlibatan BUMD itu membuktikan konsistensi pemerintah untuk menambah SPBG di Jakarta. "Tahun ini ada delapan yang dibangun. Nanti dibantu oleh PT Jakarta Propertindo," ujar Jokowi, di Balaikota, Kamis (20/2).

Pihaknya, kata Jokowi, akan terus mendorong Perusahaan Gas Negara (PGN)  untuk membangun SPBG di Jakarta. Mengingat bus Transjakarta setiap tahunnya juga terus ditambah. Terlebih, kebutuhan SPBG di Jakarta idealnya mencapai 45 SPBG. Sementara saat ini baru tersedia sebanyak 10 unit. "Kita ingin menyampaikan pada mereka bahwa kita konsen masalah penggunaan gas di Jakarta. Karena kita ingin memperbaiki lingkungan, selain itu juga murah," katanya.

Coomercial Director dan CCO PGN, Jobi Triananda menambahkan, pihaknya siap menambah SPBG dan MRU di Jakarta. Sayangnya, ia enggan menyebutkan nilai investasi dari pembangunan SPBG tersebut. "Iya, tahun ini kita bangun enam SPBG dan dua MRU. Karena kita lihat juga bus Transjakarta banyak yang baru," kata Jobi, usai bertemu dengan Jokowi.

Keenam SPBG yang akan dibangun yakni di Ketapang, Ancol, Pluit, Pulogebang, dan dua lokasi di Kalideres. Sementara MRU, akan ditempatkan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat dan Ragunan, Jakarta Selatan. Pemilihan lokasi MRU tersebut disesuaikan dengan kebutuhan. Seperti di Ragunan, karena lokasi tersebut merupakan titik akhir koridor VI (Ragunan-Dukuh Atas). Koridor tersebut salah satu rute yang paling banyak penumpang, sehingga bus tidak perlu ke SPBG untuk isi bahan bakar.

Ditambahkan Jobi, pembangunan dua SPBG di Ancol dan Pluit akan dibantu oleh BUMD DKI yakni, Jakarta Energi Utama (JEU) yang merupakan anak perusahaan dari PT Jakpro. "Tanahnya yang menyediakan mereka, kita tinggal bangun," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 5404

IMG COM 202606161328598850

TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

Selasa, 16 Juni 2026 1435

Cuaca hujan ringan dessy doc

Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

Minggu, 14 Juni 2026 1455

IMG 20260613 WA0042

Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 13 Juni 2026 1385

Cuaca cerah Jakarta jati

Langit Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Kamis, 18 Juni 2026 561

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks