Dinas PU Akan Ubah Sistem Pembuangan Air

Jumat, 02 Januari 2015 Reporter: Andry Editor: Erikyanri Maulana 4886

Dinas PU Akan Ubah Sistem Pembuangan Air

(Foto: doc)

Munculnya titik genangan di sejumlah jalan pasca hujan, hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Pekerjaan (PU) DKI Jakarta. Titik genangan di ruas jalan ibu kota itu disebut-sebut terjadi karena saluran drainase tidak sanggup menampung air.

Karena drainase sudah tidak menampung air lagi, makanya kita mau ubah sistem pembuangan dari horizontal ke vertikal

"Saluran drainase di jalan dan wilayah pemukiman sudah tidak mampu lagi menampung air. Itulah yang menyebabkan munculnya genangan," ujar Agus Priyono, Kepala Dinas PU DKI, Jumat (2/1).

Dikatakan Agus, berdasarkan evaluasi titik genangan dan banjir di lapangan, pihaknya akan mengubah sistem pembuangan air yang selama ini horizontal langsung ke laut, menjadi vertikal yakni meresap ke dalam tanah.

"Karena drainase sudah tidak menampung air lagi, makanya kita mau ubah sistem pembuangan dari horizontal ke vertikal," katanya.

Menurut Agus, untuk merealisasikan hal tersebut, pihaknya akan membangun sumur resapan di titik-titik yang diprioritaskan. Sistem pembuangan air vertikal melalui pembangunan sumu‎r resapan itu nantinya dikerjakan Dinas Binamarga dan Dinas PU Tata Air.

"Anggarannya masing-masing Rp 50 miliar untuk Dinas Binamarga dan Dinas PU Tata Air," ucapnya.

Selain genangan, lanjut Agus, pihaknya bersama Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) pada tahun ini ‎juga terus berupaya menormalisasi Kali Ciliwung dan mempercepat pembuatan Pintu Air Manggarai dan Karet Tengsin.

"Normalisasi kali-kali besar juga terus kita kejar bersama pemerintah pusat untuk mengendalikan banjir di wilayah pemukiman," tuturnya.

Ia menyampaikan, mengendalikan banjir di ibu kota tidak semudah membalikan telapak tangan, atau diselesaikan dalam waktu singkat. Banjir yang melanda ibu kota juga tidak cukup hanya dengan  mengandalkan pompa-pompa penyedot air.

"Fungsi pompa hanya bisa optimal apabila kondisi kali atau penampuangan air seperti waduk tidak meluap," ucapnya.

Meski demikian, Agus mengaku siap menghadapi puncak musim penghujan yang diprediksi Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bakal terjadi pada minggu ketiga Januari 2015.

"Kami sudah siapkan solar jika pompa listrik mati, perahu karet, batu kali dan sejumlah alat berat," tandasnya.

BERITA TERKAIT
cctv pintu air

Pantau Pintu Air, Dinas PU Pasang 15 CCTV Baru

Kamis, 25 Desember 2014 7918

Dipisah Jadi Dua, Dinas PU Optimis Mampu Perbaiki Kinerja Tahun Depan

Dinas PU Optimis Kinerja Bakal Membaik

Jumat, 19 Desember 2014 4734

Akhir Tahun, PU DKI Kebut Perbaikan FO dan JLNT

Dinas PU Kebut Perbaikan Flyover dan JLNT

Senin, 15 Desember 2014 8321

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2875

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1259

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1054

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1196

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 585

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks