Menelusuri Tiga Pulau Bersejarah di Kepulauan Seribu

Selasa, 09 April 2019 Reporter: Suparni Editor: F. Ekodhanto Purba 4783

Menelusuri Tiga Pulau Bersejarah di Kepulauan Seribu

(Foto: Suparni)

Setelah menempuh perjalanan lebih kurang setengah jam menggunakan kapal cepat (speedboat) dari  Dermaga Marina, Ancol Jakarta Utara, para pelancong yang berwisata ke Pulau Cipir akan disapa nyiur angin laut yang membelai barisan pepohonan di Pulau Cipir.

Ketiga pulau ini sangat potensial sekali, kita harus maksimalkan lagi sarana dan prasarana yang ada untuk meningkatkan kunjungan wisata dan pertumbuhan ekonomi warga

Yang tidak kalah menariknya, setibanya di Pulau Cipir para pelancong akan disambut bangunan-bangunan tua sekitar tahun 1911-1933, bekas rumah sakit untuk perawatan dan karantina penyakit menular bagi jamaah calon haji. Konon, sebelum calon jamaah berangkat maupun sekembalinya ke Tanah Air  harus menjalani karantina di Pulau Cipir.

Tidak berjarak dari bangunan tua itu atau sekitar sepuluh menit menggunakan kapal cepat, para pelancong juga akan disuguhkan pemandangan benteng perang Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) dan juga digunakan untuk asrama haji.

Tak jauh dari Pulau Onrust juga terdapat Pulau Kelor dahulu disebut Pulau Kerkhof. Pulau Kelor menjadi bagian penting dari sejarah bangsa karena dahulu pulau ini digunakan sebagai galangan kapal dan benteng VOC saat menghadapi serangan dari Portugis pada abad ke-17.

Pulau dengan perairannya yang jernih ini juga disebut sebagai kuburan kapal tujuh atau Zeven Provincien serta awak kapal berbangsa Indonesia yang memberontak dan akhirnya gugur saat melawan Belanda.

Terkait hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, M Taufik mengatakan, destinasi wisata sejarah di tiga pulau ini perlu lebih dipotimalkan. Sebab, selain memiliki keindahan alam, wisatawan yang datang juga bisa menambah pengetahuannya tentang sejarah Indonesia.

"Ketiga pulau ini sangat potensial sekali, kita harus maksimalkan lagi sarana dan prasarana yang ada untuk meningkatkan kunjungan wisata dan pertumbuhan ekonomi warga," ujar Taufik, disela-sela melakukan peninjauan di tiga pulau sejarah tersebut, Selasa (9/4).

Menurutnya, lokasi yang menjadi cagar budaya itu perlu perhatian lebih serius dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Perlu ada penataan dan penambahan fasilitas agar wisatawan semakin tertarik untuk datang. Fasilitas bisa berupa kantin dan penjualan suvenir yang menjadi peluang usaha bagi warga," tambahnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), Rico Sinaga mengatakan, perlu sarana transportasi yang lebih intens untuk mendukung sektor pariwisata ke tiga pulau ini.

"Transportasi perairan sama pentingnya dengan didarat, jika perlu Pemprov DKI bisa memfasilitasi melalui transportasi reguler yang bersubsidi," tandasnya

BERITA TERKAIT
 Pemkab Siapkan Program Karya Wisata Sekolah Bagi Siswa

Pemkab Siapkan Program Karya Wisata Siswa di Kepulauan Seribu

Jumat, 10 Februari 2017 4978

Strategi Sudin Parbud Kepulauan Seribu Tingkatkan Kunjungan Wisata Sejarah

Strategi Sudin Parbud Kepulauan Seribu Tingkatkan Kunjungan Wisata Sejarah

Rabu, 12 Desember 2018 3210

 Pemkab Akan Bangun Fasilitas Umum di Lokasi Wisata Tahun ini

Pemkab Bakal Bangun Fasilitas Umum di Lokasi Wisata

Jumat, 01 Maret 2019 3229

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2874

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1258

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1053

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1195

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 585

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks