Jokowi: Revitalisasi Halte Butuh Waktu 3 Bulan

Selasa, 25 Maret 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Agustian Anas 2556

perbaikan_halte_busway.jpg

(Foto: doc)

Lemahnya pengawasan yang dilakukan instansi terkait membuat banyak halte bus di Jakarta beralih fungsi menjadi tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL). Karena itu, Pemprov DKI Jakarta bertekad akan mengembalikan fungsi halte seperti semula.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengakui bahwa saat ini banyak halte yang beralih fungsi dan tak terawat. Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga telah diperintahkan untuk memperbaikinya. "Ya memang, tapi dilihat dalam dua minggu ini, sudah diperbaiki, sudah dicat, tapi belum semuanya. Itu butuh 3 bulan," kata Jokowi, Selasa (25/3).

Diakui Jokowi, setelah diperbaiki dirinya yakin tidak akan ada lagi PKL yang kembali berjualan di tempat menunggu angkutan umum itu. Sebab akan dilakukan penjagaan oleh petugas Satpol PP. "Tidak akan ada lagi yang berjualan, lihat saja setelah ini, setelah bersih (dari PKL) dicat lagi," ujarnya.

Menurut Jokowi, dalam perawatan halte seharusnya dibentuk Unit Pelayanan Teknis (UPT). Namun saat ini unit tersebut memang belum dibentuk sehingga masih dibawah Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Ia pun berjanji akan menunjukkan lokasi mana yang telah ditertibkan serta dicat ulang.

Jokowi berharap setelah dilakukan perbaikan dan penertiban dari PKl, halte bisa berfungsi semestinya, yakni tempat menaikkan dan menurunkan penumpang. Dinas Perhubungan juga diminta agar terus merawat halte secara berkala. Sehingga PKL tidak akan kembali untuk berjualan. "Ya fungsional, yang fungsinya harus jadi halte. Tapi yang bersih. Harus dicat dirawat tiap hari, jangan setahun sekali dirawat," tegasnya.

Pihaknya pun akan mendorong agar angkutan umum tertib dalam menurunkan dan menaikkan penumpang. Hal itu juga bisa berdampak pada kemacetan di ibu kota. Selama ini, penumpang enggan untuk menggunakan halte karena telah ditempati oleh PKL sehingga kurang nyaman. "Halte untuk kendaraan umum. Kalau dulu kan haltenya karena protek (oleh PKL), itu sekarang yang kita tidak mau terjadi," ujarnya.

Sementara itu, diakui Jokowi, biaya perawatan halte cukup murah. Karena bahan-bahan yang dibutuhkan tidak terlalu banyak. "Paling biayanya berapa sih, kan itu cuma tinggal cat saja. Murah kok, jadi memang harus dirawat setiap hari," ujarnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 877

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 792

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1157

RZA 0510

Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga

Senin, 04 Mei 2026 596

IMG 20260430 WA0117

Transjakarta-Kemnaker Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Sektor Transportasi Publik

Kamis, 30 April 2026 1096

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks