Jokowi: Revitalisasi Halte Butuh Waktu 3 Bulan

Selasa, 25 Maret 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Agustian Anas 2497

perbaikan_halte_busway.jpg

(Foto: doc)

Lemahnya pengawasan yang dilakukan instansi terkait membuat banyak halte bus di Jakarta beralih fungsi menjadi tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL). Karena itu, Pemprov DKI Jakarta bertekad akan mengembalikan fungsi halte seperti semula.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengakui bahwa saat ini banyak halte yang beralih fungsi dan tak terawat. Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga telah diperintahkan untuk memperbaikinya. "Ya memang, tapi dilihat dalam dua minggu ini, sudah diperbaiki, sudah dicat, tapi belum semuanya. Itu butuh 3 bulan," kata Jokowi, Selasa (25/3).

Diakui Jokowi, setelah diperbaiki dirinya yakin tidak akan ada lagi PKL yang kembali berjualan di tempat menunggu angkutan umum itu. Sebab akan dilakukan penjagaan oleh petugas Satpol PP. "Tidak akan ada lagi yang berjualan, lihat saja setelah ini, setelah bersih (dari PKL) dicat lagi," ujarnya.

Menurut Jokowi, dalam perawatan halte seharusnya dibentuk Unit Pelayanan Teknis (UPT). Namun saat ini unit tersebut memang belum dibentuk sehingga masih dibawah Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Ia pun berjanji akan menunjukkan lokasi mana yang telah ditertibkan serta dicat ulang.

Jokowi berharap setelah dilakukan perbaikan dan penertiban dari PKl, halte bisa berfungsi semestinya, yakni tempat menaikkan dan menurunkan penumpang. Dinas Perhubungan juga diminta agar terus merawat halte secara berkala. Sehingga PKL tidak akan kembali untuk berjualan. "Ya fungsional, yang fungsinya harus jadi halte. Tapi yang bersih. Harus dicat dirawat tiap hari, jangan setahun sekali dirawat," tegasnya.

Pihaknya pun akan mendorong agar angkutan umum tertib dalam menurunkan dan menaikkan penumpang. Hal itu juga bisa berdampak pada kemacetan di ibu kota. Selama ini, penumpang enggan untuk menggunakan halte karena telah ditempati oleh PKL sehingga kurang nyaman. "Halte untuk kendaraan umum. Kalau dulu kan haltenya karena protek (oleh PKL), itu sekarang yang kita tidak mau terjadi," ujarnya.

Sementara itu, diakui Jokowi, biaya perawatan halte cukup murah. Karena bahan-bahan yang dibutuhkan tidak terlalu banyak. "Paling biayanya berapa sih, kan itu cuma tinggal cat saja. Murah kok, jadi memang harus dirawat setiap hari," ujarnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3912

Rano tinjau Jalan Rusak Thamrin jati

Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan

Selasa, 03 Februari 2026 464

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 738

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 648

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1136

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks