Didatangi Ahok, Warga Bersedia Lahannya Dibebaskan

Selasa, 18 November 2014 Reporter: Nurito Editor: Erikyanri Maulana 5576

Ahok Datang, Warga Bidara Cina Bersedia Lahannya Dibebaskan

(Foto: Nurito)

Pemukiman warga di Jl Sensus Raya, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara mendadak riuh oleh kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Selasa (18/11). Kehadiran Ahok, sapaan akrab Basuki, langsung dimanfaatkan warga untuk berdialog dengan orang nomor satu di ibu kota tersebut.

Warga dari awal tidak pernah menolak, hanya karena kurang mendapatkan sosialisasi jadinya bingung

Tanpa basa basi, Basuki mengawali dialog dengan rencana Pemprov DKI yang akan membebaskan lahan milik warga untuk proyek sodetan dari Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur guna meminimalisir dampak banjir di ibu kota. Dengan antusias warga menyimak penjelasan yang disampaikan mantan Bupati Belitung Timur itu.

Dikatakan Basuki, bersedia atau tidak, rumah warga harus dibebaskan untuk proyek sodetan. Terlebih, proyek tersebut kini mulai berjalan sehingga tak ada alasan bagi warga menolaknya. Dialog yang berlangsung sekitar setengah jam itu pun akhirnya membuahkan hasil. Warga setuju lahannya dibebaskan, asal dengan nilai ganti rugi yang layak.

"Saya bicara jujur apa adanya. Ibu tidak pindahpun pasti (rumahnya) dibongkar. Karena ini untuk program pemerintah dalam mengatasi banjir. Warga tidak perlu khawatir, pasti kami kasih harga yang terbaik, harga pasaran," ujar Ahok saat berdialog dengan warga, Selasa (18/11).

Bahkan, kata Ahok, uang ganti rugi akan diberikan terlebih dahulu sebelum dilakukan pembongkaran. Bagi, warga yang berjualan, disiapkan pasar tradisional terdekat. "Pengukuran harus sudah dilakukan pekan ini. Sehingga warga tahu titik mana saja yang akan terkena proyek sodetan," katanya.

Harianja (55) warga RT 02/04 Bidara Cina mengatakan, warga dari awal tidak pernah menolak proyek tersebut. Karena itu, saat Basuki datang ke wilayahnya, warga langsung menjelaskan duduk persoalan sebenarnya.

"Warga dari awal tidak pernah menolak, hanya karena kurang mendapatkan sosialisasi jadinya bingung. Berapa lahan yang kena dan berapa biaya pembebasannya, warga tidak tahu selama ini," ucap Harianja.

Ia sendiri rumahnya akan terkena pembebasan untuk pelebaran jalan. Harga NJOP (nilau jual objek pajak) di kawasan tersebut sekitar Rp 3,5 juta per meter persegi. Namun soal harga ganti rugi itu akan dibahas oleh tim 10, bentukan warga setempat.

BERITA TERKAIT
Ahok Blusukan Cek Kesiapan Pompa Jelang Banjir

Ahok Cek Kesiapan Pompa Air

Selasa, 18 November 2014 6644

 Cegah Banjir, Kali Baru di Pertigaan Hek Diperbaiki

Cegah Banjir, Kali Baru di Pertigaan Hek Diperbaiki

Senin, 17 November 2014 4875

Antisipasi Banjir, Infrastruktur Tahun Ini Lebih Baik

Antisipasi Banjir, Infrastruktur Tahun Ini Lebih Baik

Minggu, 16 November 2014 5448

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2838

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1250

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1038

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1179

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 574

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks