Pondasi Halte Transjakarta Hambat Saluran Air

Kamis, 20 Maret 2014 Reporter: Dunih, Andry Editor: Dunih 4403

pohon_ganggu_saluran_andry.jpg

(Foto: doc)

Program pengendalian banjir dan genangan di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, terkendala pohon pelindung dan pondasi halte bus Transjakarta. Pasalnya, kedua benda itu berdiri tepat di atas saluran sehingga membuat fungsi saluran jadi terhambat.

"Di Kwitang itu kita bermasalah dengan shelter bus yang pada waktu pembuatan main sikat aja (bikin pondasi) di saluran," kata Herning Wahyuningsih, Kasudin Pekerjaan Umum (PU) Tata Air Jakarta Pusat, kepada Beritajakarta.com, Kamis (20/03).

Herning mengungkapkan, kesalahan pembangunan pondasi shelter bus di atas saluran di kawasan Jalan Kwitang ini sudah dikoordinasikan dengan Suku Dinas Perhubungan. Namun, Sudin Perhubungan berdalih itu merupakan kesalahan pemborong proyek.

"Saya sudah komunikasikan, tapi mereka (Sudin Perhubungan) bilang itu kesalahan pemborong. Kalau sudah kayak gitu, kita mau ngomong apa," ujarnya.

Ia mengakui, pondasi shelter bus yang sudah terlanjur berdiri atas saluran air itu terjadi karena kurangnya pengawasan dari jajarannya di PU Tata Air. Kendati demikian, pembangunan pondasi shelter bus di kawasan Kwitang tersebut sangat disayangkan, karena tak mengindahkan fungsi saluran.

"Itu gak cuma satu. Kalau sudah tahu saluran, jangan disikat buat pondasi shelter," tegasnya.

Selain pondasi shelter bus, lanjut Herning, pembenahan saluran di kawasan Jalan Kwitang juga terkendala adanya pohon pelindung berukuran besar yang berdiri di atas saluran. Akar dari pohon tersebut masuk ke dalam saluran hingga akhirnya memenuhi dan menyumbat aliran air di dalam saluran.

"Kedua akar pohon yang masuk ke saluran. Itu yang kejadian sekarang di depan Mako Brimob. Kan ada pohon, akarnya menuhin saluran," terangnya.

Menurut Herning, keberadaan pohon yang menghambat fungsi saluran air di Jalan Kwitang itu tidak bisa ditebang sembarangan karena membutuhkan koordinasi dengan Sudin Pertamanan dan masyarakat setempat. Pihaknya sudah mengajukan permohonan penebangan pohon tersebut kepada Sudin Pertamanan agar penebangan bisa dilaksanakan secepatnya.

"Saya sudah ajukan permohonan. Saya minta izin supaya bisa tebang pohon sama akarnya. Kalau enggak gimana," tandasnya.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7133

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4826

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2094

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2504

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1111

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks