Sidang Sengketa Perusahaan Taksi Digelar di PN Jaksel

Rabu, 05 Februari 2014 Reporter: Rio Sandiputra Editor: Erikyanri Maulana 4472

Palu_hakim_ilust.jpg

(Foto: doc)

Sidang sengketa kepemilikan saham PT Blue Bird digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Dalam persidangan tersebut, Mintarsih A Latief membantah pernyataan empat orang saksi yang diajukan pihak penggugat PT Blue Bird.

Dikatakan Mintarsih, keterangan yang disampaikan empat orang saksi dari PT Blue Bird diantaranya,  Diana Novari Dewi, M Khoirudin dan Hartono banyak direkayasa. Mulai dari persoalan tindak kekerasan yang dilakukan Mintarsih tahun 2008 lalu serta mengancam dan memaki Diana Novari Dewi. Dari tuduhan-tuduhan itu, Mintarsih pun sempat dilaporkan ke polisi.

"Benar saya dilaporkan dan saya juga dipanggil. Tapi, tidak ada satupun yang dilanjutkan ke Kejaksaan. Saya bahkan dipanggil dengan rekayasa melakukan percobaan pembunuhan  terhadap 300 orang. Ada lagi masalah penyebaran zat amonia untuk meracuni undangan pada sebuah acara  ulang tahun PT Blue Bird. Tapi mengapa kepolisian yang dilaporkan tidak memanggil saya?" ujar Mintarsih, Rabu (5/2).

Tak hanya itu, Mintarsih juga membantah jika dikatakan telah mengancam dan memaki Diana Novari Dewi. "Soal saya dibilang mengancam dan memaki Diana Novari Dewi,  karena tidak boleh melihat laporan deposito PT Blue Bird Taxi dengan alasan saya jarang masuk dan harus mendapat izin dari Purnomo, justru menjadi bukti bahwa saya tidak pernah diberi bukti-bukti keuangan.  Semua justru dirahasiakan dari saya," kata Mintarsih.

Seperti diketahui, Mintarsih selaku pemilik perusahaan taksi PT Gamya digugat oleh Direktur Utama PT Blue Bird, Purnomo Prawiro di PN Jakarta Selatan. Dalam gugatannya, Purnomo menuding Mintarsih dan beberapa orang lainnya telah menelantarkan perusahaan PT Blue Bird Taxi sejak tahun 1993 dan dinilai lebih fokus mengurusi Gamya.

Tak hanya itu, dalam persidangan, kata Mintarsih, Purnomo juga mengatakan kalau dirinya telah mengintimidasi jajaran pengurus Blue Bird Taksi.

Padahal menurut Mintarsih, dirinya hanya meminta sahamnya di PT Blue Bird untuk dikembalikan. Namun sekarang dirinya bersama PT Gamya justru digugat hampir senilai Rp 4 triliun.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9229

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3195

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3618

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1911

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1481

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks