Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang yang diresmikan penggunaannya oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo beberapa waktu lalu, kondisinya kini banyak berlubang. Saat ini, jalan tersebut masih merupakan tanggung jawab kontraktor lantaran masih dalam masa pemeliharaan. Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta pun akan langsung memerintahkan kontraktor segera memperbaiki jalan tersebut demi keamanan dan kenyamanan para pengendara.
Kepala Dinas PU DKI Jakarta, Manggas Rudi Siahaan mengatakan, setelah selesai dibangun masih ada masa pemeliharaan selama enam bulan. Sehingga jika ada kerusakan, masih menjadi tanggung jawab kontraktor. "Ya, segera diperbaiki karena itu masih masa pemeliharaan, kontraktornya yang akan lakukan perbaikan," ujar Manggas, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (3/2).
Diakui Manggas, kualitas aspal yang melapisi JLNT masih rendah. Terlebih, saat ini curah hujan di Jakarta terbilang tinggi, sehingga sering menyisakan genangan. "Intinya, hotmix ini problem-nya banyak sekali. Aspalnya residu dari BBM Pertamina, aspalnya rendah. Nah, sekarang bagaimana kalau basah, campurannya, stabilitasnya, konten aspalnya dan lainnya banyak yang mempengaruhi," ujarnya.
Selain karena hujan, lanjut Manggas, bisa juga disebabkan beban kendaraan yang terlalu berat. Pihaknya, mulai tahun ini mendorong semua jalan di Jakarta untuk dibeton, agar kekuatannya bisa bertahan lama. "Sehingga lebih awet, tahan lama dan pemeliharaanya nol. Bandingkan kalau yang hotmix pemeliharaannya harus 6 bulan sekali. Sehingga tinggal cek 5 tahun ke depan. Jalan bus Transjakarta juga kita dorong pakai beton," katanya.
Menurut Manggas, selain JLNT yang berlubang, masih banyak jalan lain yang juga masih dalam masa pemeliharaan. Pihaknya, akan menagih pengembang untuk segera memperbaikinya. "Jalan-jalan rusak yang diperbaiki 2013 kan masih masuk masa pemeliharaan, 6 bulan masa pemeliharaanya. Jadi rekan-rekan kontraktor yang akan perbaiki," katanya.
Ditambahkan Manggas, salah satu lokasi yang masih menjadi kewajiban kontraktor seperti di Jalan Abdullah Syafei. Bahkan dilokasi tersebut, Manggas meminta agar jalan dibeton, lantaran kerap tergenang. "Saya minta dibeton segera. Tapi karena masih dalam pemeliharan saya minta segera dilakukan perbaikan-perbaikan. Cuma kan tergantung cuaca, tadi malam mau dikerjakan ternyata hujan," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako
Rabu, 17 Juni 2026
7081
2.671 Substrat Karang di Kepulauan Seribu Pulihkan Ekosistem Pesisir
Selasa, 23 Juni 2026
573
HUT ke-499 Jakarta, Kemendagri Apresiasi Stabilitas Ekonomi dan Harmoni Sosial
Senin, 22 Juni 2026
522
Beri Penghormatan Tokoh Betawi, Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib di Monas
Jumat, 19 Juni 2026
770
Rayakan HUT Ke-499 Jakarta, Setu Babakan Gelar Gebyar Seni Budaya