Jaksel Usul Bangun Depo Sampah Berbasis Teknologi

Sabtu, 20 September 2014 Reporter: Andry Editor: Lopi Kasim 4496

Sudin Kebersihan Jaksel Ingin Bangun Depo Super Berbasis Tekhnologi

(Foto: doc)

Pengelolaan sampah di ibu kota saat ini masih menggunakan cara konvensional dan tidak bernilai jual. Untuk itu, Sudin Kebersihan Jakarta Selatan mengusulkan pembangunan depo pengelolaan sampah berbasis teknologi yang mengolah sampah menjadi produk usaha kecil menengah berskala industri dan telah berhasil diterapkan di Kota Surabaya dan Malang.  

Hasil pemilahan sampah di sana (Kota Surabaya dan Malang, red) sudah laku terjual karena mereka punya alat atau teknologi di depo super pengelolaan sampah


"Hasil pemilahan sampah di sana (Kota Surabaya dan Malang, red) sudah laku terjual karena mereka punya alat atau teknologi di depo super pengelolaan sampah," ujar Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Selatan, Zaenal Syafruddin, Sabtu (20/9).

Penerapan teknologi, kata Zainal, bekerja sama dengan Pemerintah Jepang dan tidak lagi dilakukan dengan cara konvensional. "Di sana ada mesin pemilah sampah organik dan non organik serta mesin pencacah sampah organik sampai menjadi halus. Sampah non organik langsung terjual, karena sudah ada pengepul yang jemput," ujarnya.

Dikatakan Zaenal, pola pengelolaan sampah di Kota Surabaya dan Kota Malang sangat berbeda dengan DKI Jakarta yang masih mengumpulkan sampah di depo kemudian membuangnya di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi. "Kalau di kita masih memakai pola yang konvensional. Sampah dikumpulkan di depo kemudian baru dibuang ke Bantar Gebang, tidak ada pemilahan," tuturnya.

Menurut Zainal, pembangunan depo super pengelolaan sampah berbasis teknologi di wilayah Jakarta Selatan tersebut telah diusulkan kepada Dinas Kebersihan DKI dan Walikota. Depo itu diharapkan bisa segera diprogramkan pada tahun depan sehingga konsentrasi pengelolaan sampah tidak lagi di Bantar Gebang.

"Kira-kira tahun depan, saya mau usulkan depo, saya sudah laporkan ke dinas dan walikota. Biar sampah tidak berat lagi, karena konsentrasi kita selama ini ke Bantar Gebang," ungkapnya.

Ditambahkan Zaenal, untuk membangun depo super pengelolaan sampah tersebut dibutuhkan lahan dengan luas antara 300-600 meter. Penerapan depo super berbasis teknologi ini bisa juga dilakukan di depo-depo yang sudah ada di Jakarta Selatan.

"Butuh lahan minimal 300 meter, paling besar 600 meter. Di Pesanggrahan dan Pasar Minggu ada depo kita cuma belum berteknologi seperti itu. Kita bisa coba terapkan di situ dulu buat ditularkan ke yang lain," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Terganjal Administrasi, 18 Truk Sampah Baru di Jaksel Mangkrak

18 Truk Sampah di Jaksel Belum Bisa Digunakan

Jumat, 19 September 2014 6475

92 Truk Sampah di Jaktim Butuh Peremajaan

92 Truk Sampah di Jaktim Butuh Peremajaan

Jumat, 19 September 2014 7065

truk sampah rusak

Truk Rusak, Pengangkutan Sampah Tak Optimal

Rabu, 17 September 2014 7764

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2966

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1372

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 528

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1294

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1103

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks