TMR Siapkan Masterplan Renovasi Berkelas Internasional

Sabtu, 20 September 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Lopi Kasim 6075

Namun harus dilakukan pembenahan diberbagai sisi baik fasilitas maupun managemen

(Foto: doc)

Rencana Pemprov DKI Jakarta menjadikan Taman Margasatwa Ragunan (TMR) berkelas internasional terus dilakukan. Saat ini masterplan serta pembenahan fasilitas dan manajeman pendukung terus dilakukan secara bertahap, Ditargetkan, 2015 mendatang semua pembenahan tersebut rampung.  

Kita sedang buat masterplannya, sekarang masih proses lelang. Jadi nanti Ragunan ini bentuknya mau seperti apa dibangun, tematiknya seperti apa

Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Marsawitri Gumay mengatakan, saat ini sedang dibuat masterplan untuk renovasi Ragunan. Sebab hampir semua kandang di TMR sudah ketinggalan zaman.

"Kita sedang buat masterplan-nya, sekarang masih proses lelang. Jadi nanti Ragunan ini bentuknya mau seperti apa dibangun, tematiknya seperti apa," kata Marsawitri, Sabtu (20/9).

Dikatakan Marsawitri, anggaran yang dibutuhkan untuk renovasi total tersebut cukup tinggi. Pembangunannya pun akan menggunakan dana dari APBD DKI Jakarta.

"Anggaran yang dibutuhkan cukup banyak mencapai triliunan rupiah, tapi kan tidak sekaligus. Kita lakukan secara bertahap. Diharapkan lima tahun ke depan sudah bisa selesai," ucapnya.

Selain itu, lanjut Marsawitri, agar TMR memiliki identitas, pihaknya akan memperbanyak komposisi hewan endemik asli Indonesia. Saat ini, TMR merawat sebanyak 1.951 ekor satwa, terdiri dari 220 jenis hewan. Sebanyak 80 persen diantaranya adalah hewan endemik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Saefullah, mengatakan, untuk mewujudkan TMR yang bertaraf internasional, bentuk organisasinya akan diubah. Dari semula berbentuk BLUD akan diubah menjadi kantor, sehingga mendapatkan anggaran yang lebih besar untuk pengembangan.  

"Bersamaan dengan reorganisasi yang sedang disiapkan, nantinya BLUD TMR akan diubah menjadi kantor. Sekarang sedang disiapkan Pergubnya," kata Saefullah.

Selama ini, setiap tahun BLUD TMR rata-rata mendapatkan subsidi sebesar Rp 70 miliar. Menginggat tiket masuk TMR adalah termurah di dunia, yakni hanya Rp 4.000 per orang. Padahal biaya operasional yang dibutuhkan bisa mencapai Rp 12.500, sehingga diperlukan subsidi yang besar. Setiap tahun, dana yang dibutuhkan untuk makan satwa saja mencapai Rp 12 miliar.

BERITA TERKAIT
Saefullah Beri Nama Anak Gajah Lestari

Sekda DKI Beri Nama Bayi Gajah TMR

Sabtu, 20 September 2014 5120

Laba Pedagang Di TMR Naik 50 Persen

Laba Pedagang di TMR Naik 50 Persen

Kamis, 31 Juli 2014 4481

tmr_ragunan_yance.jpg

Pengunjung Membludak, TMR Buka 30 Loket

Senin, 31 Maret 2014 4379

ragunan_tmr_dok25.jpg

36 Ribu Pengunjung Padati TMR

Senin, 31 Maret 2014 6439

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 5961

Rano tinjau Jalan Rusak Thamrin jati

Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan

Selasa, 03 Februari 2026 965

Imlek glodok jati

Perayaan Imlek di Jakarta Bakal Lebih Semarak dan Berwarna

Selasa, 03 Februari 2026 781

IMG 20260203 191714

Pemprov DKI Gelar Tiga Sorti Operasi Modifikasi Cuaca Hari Ini

Selasa, 03 Februari 2026 766

Transjabodetabek blokM rezap

Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Diluncurkan Pekan Depan

Selasa, 03 Februari 2026 623

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks