Kamis, 30 Januari 2014
Reporter: Folmer
Editor: Dunih
4041
(Foto: doc)
Banyaknya warga yang menempati dan membangun pemukiman tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di bantaran kali menjadi salah satu penyebab banjir dan longsor di DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, seharusnya warga mematuhi aturan dalam pendirian bangunan tersebut. Ia juga berharap dengan adanya kasus longsor, warga tidak berani lagi membangun di bantaran kali.
"Rumah-rumah yang bahaya itu harusnya tidak dibangun," kata Basuki, di Balaikota, Kamis (30/1).
Dikatakan Basuki, rumah yang terkena longsor, Selasa (28/1) kemarin, berada di pinggir tebing, berbatasan dengan proyek normalisasi Kali Pesanggrahan yang direncanakan akan diturap.
“Persoalan besar yang dihadapi oleh Pemprov DKI saat ini adalah banyaknya bangunan yang didirikan tanpa IMB,” katanya.
Namun, ia optimis, pasca tanah longsor kawasan pinggiran sungai atau waduk di ibu kota akan berdampak pada meningkatnya kesadaran warga sehingga tidak berani lagi tinggal di kawasan tersebut.
“Kita mau tegaskan lagi, memang mereka sudah tinggal 30-40 tahun, tapi habis longsor ini, mereka pasti tidak berani,” ujarnya.
Ditambahkan Basuki, Pemprov DKI akan memasang turap di dinding sungai atau tanggul waduk mengantisipasi kembali terjadinya tanah longsor.
“Kita pasang turap-turap nanti, biar semakin kuat serta memindahkan warga yang tinggal di bantaran kali ke sejumlah rusun," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu
Jumat, 30 Oktober 2026
7149
Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global
Sabtu, 31 Oktober 2026
4837
Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng
Senin, 02 November 2026
2410
Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap
Jumat, 30 Oktober 2026
2542
5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT