Kapal Ojek Diminta Lengkapi Standar Keselamatan

Rabu, 13 Agustus 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Lopi Kasim 7547

Pemilik Kapal Tradisional Kepualaun Seribu Pertanyakan Dermaga Resmi Kapal Mereka

(Foto: doc)

Banyaknya kapal yang mengantre solar di Pelabuhan Muara Angke menyebabkan kapal penumpang tradisional Kepulauan Seribu atau yang dikenal dengan sebutan kapal ojek kesulitan bersandar ke dermaga pelabuhan. Sebab, untuk dapat sandar dan menurunkan penumpang mereka terpaksa harus menunggu antrean kapal yang sedang mengisi solar.

Untuk pemilik kapal yang mau memenuhi ketentuan tersebut harus menandatangani kesepakatan, akan kita beri tenggat mungkin selama satu bulan untuk melengkapi

Parahnya, antrean yang terjadi kadang menyebabkan kapal harus menunggu lebih dari satu hari. Pengelola kapal tradisional penumpang pun berharap, diperbolehkan berlabuh di Dermaga Kali Adem, Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan. Namun, karena banyaknya kapal yang belum memenuhi standar keselamatan menyebabkan kapal tersebut tidak diizinkan bersandar.

Ketua Asosiasi Transportasi Angkutan Tradisional Kepulauan Seribu, Abdul Syukur Patah mengatakan, seluruhnya terdapat 38 Kapal yang biasa beroperasi ke Kepulauan Seribu dari Muara Angke. Namun setiap harinya hanya sekitar tiga kapal yang beroperasi.

"Kapal kita ramainya itu akhir pekan saja. Kalau hari biasa paling cuma tiga kapal dengan membawa sekitar 50 penumpang," katanya, Rabu (13/8).

Selama ini, untuk menurunkan dan menaikkan penumpang, mereka melalui dermaga perikanan Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan. Namun, lantaran ramainya antrean kapal yang mengisi solar, kapal bisa menunggu selama lebih dari satu hari.

"Kami berharap diperbolehkan sandar di Kali Adem, sebab peruntukan awalnya Dermaga ini (Kali Adem) dibangun untuk seluruh warga pulau. Bukan hanya wisatawan saja seperti selama ini," harapnya.

Menurut Syukur, tidak diizinkannya kapal-kapal berlabuh di Dermaga Kali Adem, disebabkan aturan keselamatan. Namun untuk itu, pihaknya sudah berkomitmen dan diberi waktu untuk mengikuti prosedur yang ada.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Sarana dan Prasana Unit Pengelola Angkutan Perairan dan Kepelabuhanan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Kamaru Zaman mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat bersama para pengusaha ojek, Jumat (15/8) mendatang. Nantinya akan dijelaskan tentang aturan yang harus dipatuhi kapal untuk bersandar di Dermaga Kali Adem.

"Kondisinya Dermaga Perikanan Muara Angke penuh dan mereka harus antre antara 1-4 hari baru bisa merapat. Tapi tetap ada aturan yang harus mereka patuhi untuk menggunakan dermaga kita, sebab kalau sampai ada apa-apa kita yang akan disalahkan," katanya.

Selama ini, kata Kamaru, ojek kapal yang beroperasi kerap mengabaikan faktor keselamatan pelayaran. Diantaranya, minim fasilitas keselamatan dan mengangkut penumpang melebihi kapasitas.

Lantaran itu, pihaknya memberikan syarat dan ketentuan. Antara lain, bangunan atas geladak tidak harus dikosongkan dari penumpang. Alat keselamatan pelayaran harus dipenuhi, seperti life jaket, radio komunikasi kapal, GPS, ring boy (ban keselamatan) dan sekoci atau life craft. Surat-surat kapal harus dalam kondisi berlaku semua. Kapasitas penumpang pun harus sesuai dengan yang tertera dalam surat kapal.

Seluruh penjualan tiket di bawah pun juga diwajibkan dikontrol manajemen Dinas Perhubungan. Hal itu dimaksudkan untuk mengontrol agar penumpang tidak sampai melebihi kapasitas kapal. Sedangkan untuk setiap kali sandar, kapal akan dikenakan retribusi. Besarannya sesuai dengan Perda No 3 tahun 2012 tentang retribusi.

"Kita akan bantu keringanan persyaratannya ke Dirjen Kelautan Kementerian Perhubungan. Untuk pemilik kapal yang mau memenuhi ketentuan tersebut harus menandatangani kesepakatan, akan kita beri tenggat mungkin selama satu bulan untuk melengkapi," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pemilik Kapal Tradisional Kepualaun Seribu Pertanyakan Dermaga Resmi Kapal Mereka

Ratusan Kapal Antre Solar di Pelabuhan Muara Angke

Senin, 11 Agustus 2014 10657

Nelayan Kamal Muara Berharap Dibuatkan SPDN

Nelayan Kamal Muara Butuh SPDN

Minggu, 10 Agustus 2014 5535

Rusunawa Muara Baru, Jokowi : September Sudah di Tempati

Jokowi: September, Rusunawa Muara Baru Rampung

Senin, 04 Agustus 2014 7331

Kapal Cargo Terbakar

Kapal Kargo Terbakar di Perairan Tanjung Priok

Jumat, 01 Agustus 2014 8566

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9234

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3202

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3625

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1919

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1485

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks