Banjir yang melanda kota Jakarta dalam sepekan terakhir membuat para korban banjir kini mulai terserang penyakit. Di Jakarta Barat, sebanyak 20.263 jiwa korban banjir tercatat terserang penyakit pasca banjir. Adapun korban banjir yang paling banyak terserang penyakit yakni balita dan anak-anak.
Tantri (37), korban banjir warga RT 03/02, Kelurahan Rawabuaya, Kecamatan Cengkareng terlihat mendatangi posko kesehatan di pengungsian Kompleks Pergudangan Duta Indah Karya (DIK) untuk mengobati buah hatinya Dion (4). "Sudah dua hari ini suhu tubuh anak saya panasnya tetap tinggi dan mengalami diare, makanya hari ini saya bawa ke posko kesehatan untuk memeriksa kesehatan anak saya," ujar Tantri, Sabtu (25/1).
Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Barat, Widyastuti menuturkan, terhitung sejak Senin (13/1) hingga Jumat (24/1) tercatat sebanyak 20.263 korban banjir terserang penyakit. Dari total jumlah itu, 21 persen diantaranya adalah balita dengan keluhan, gatal-gatal, diare, dan batuk pilek. "Dari jumlah tersebut paling banyak menderita penyakit ISPA sebanyak 36 persen dan kulit atau gatal-gatal sebanyak 32 persen. Sedangkan anak balita umumya menderita gatal-gatal dan diare," kata Widyastuti.
Dikatakan Widyastuti, hingga saat ini, pihaknya belum sampai merujuk korban banjir ke rumah sakit atau puskesmas. Sedangkan untuk penanganannya, selain telah mendirikan posko, pihaknya juga telah menggandeng Ikatan Psikolog Klinik untuk memberikan pengobatan dan sosialisasi budaya hidup bersih di tengah banjir. Bahkan, para psikolog ini juga menghibur para anak-anak pengungsi banjir di lokasi pengungsian.
"Selain itu, kami juga akan kedatangan bantuan CSR perusahaan swasta untuk memberikan hiburan kepada anak-anak di lokasi pengungsian SDN 09-10 Kedoya Utara," tandas Widyastuti.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
3874
Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan
Selasa, 03 Februari 2026
447
Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini
Senin, 02 Februari 2026
738
BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026