Penggunaan Kembang Api Saat Tahun Baru akan Dibatasi

Senin, 19 Desember 2016 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Andry 6513

Perayaan Tahun Baru Diimbau Tak Gunakan Kembang Api Berlebihan

(Foto: Yopie Oscar)

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono mengimbau warga Ibukota untuk tidak menggunakan kembang api dan petasan dengan jumlah yang berlebihan saat merayakan malam pergantian tahun baru nanti.

Kalau dilarang juga tidak bisa.Jadi kembang api akan tetap ada tapi terbatas. Kami batasi agar tidak berlebihan,

"Kalau dilarang juga tidak bisa. Jadi kembang api akan tetap ada tapi terbatas. Kami batasi agar tidak berlebihan," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (19/12).

Pria yang akrab disapa Soni ini menjelaskan, penggunaan kembang api dengan jumlah yang besar harus dilakukan profesional sehingga sisi keamanannya terjamin.

"Kalau untuk pengawasan narkoba, standarnya seperti tahun-tahun sebelumnya," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Libur Natal Tahun Baru, TMII Targetkan 400 Ribu Pengunjung

Libur Akhir Tahun, TMII Targetkan 400 Ribu Pengunjung

Jumat, 16 Desember 2016 5374

Pelantikan Jabatan Baru di DKI Ditargetkan Akhir Tahun

Pelantikan Jabatan Baru di DKI Dilakukan Akhir Tahun

Jumat, 25 November 2016 13311

Tahun Baru Islam, Jauhi Tindakan Tidak Terpuji

Tahun Baru Islam, PNS Harus Tingkatkan Pelayanan

Rabu, 12 Oktober 2016 4052

BERITA POPULER
Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 890

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 823

Pajak Kendaraan listrik jati

Pemberian Insentif Kendaraan Listrik Dukung Kampanye Energi Bersih

Selasa, 05 Mei 2026 518

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1196

IMG 20260430 WA0117

Transjakarta-Kemnaker Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Sektor Transportasi Publik

Kamis, 30 April 2026 1149

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks