Selasa, 28 Januari 2014
Reporter: Erna Martiyanti
Editor: Dunih
2660
(Foto: doc)
Upaya Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) melakukan normalisasi Ciliwung saat ini berjalan lambat. Pasalnya, pekerjaan masih terkendala dengan keberadaan rumah-rumah warga di bantaran sungai. Karena itu, Kementerian Pekerjaan Umum mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk merelokasi warga di bantaran Sungai Ciliwung. Selama ini keberadaan warga tersebut membuat normalisasi sungai jadi terhambat. Bahkan, sejak dilakukan groundbreaking pada 23 Desember 2013 lalu, pekerjaan baru menyelesaikan 150-200 meter saja.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), T Iskandar mengatakan, pihaknya terus mendorong Pemprov DKI Jakarta segera melakukan relokasi warga di bantaran Sungai Ciliwung. "Kita sudah groundbreaking pada 23 Desember lalu, tapi memang masih ada warga yang harus direlokasi. Kita minta secepatnya direlokasi," kata Iskandar, usai rapat di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (28/1).
Salah satu warga yang harus direlokasi yakni warga Kampung Pulo, Jakarta Timur. Pemprov diberi kewenangan untuk melakukan relokasi. Sementara untuk pekerjaan fisik dilakukan oleh Kementerian PU dalam hal ini BBWSCC. "Pemprov yang akan lakukan teknis relokasi. Kami hanya mengerjakan fisik saja," ujarnya.
Menurutnya, kondisi eksisting saat ini lebar sungai hanya 20-30 meter saja. Nantinya akan dilebarkan menjadi 50 meter, ditambah dengan jalan inspeksi di sisi kanan dan kiri selebar 7,5 meter. "Jadi totalnya akan selebar 65 meter, tapi sekarang masih banyak warganya, harus direlokasi dulu," jelasnya.
Normalisasi akan dilakukan sepanjang 19 kilometer dari Tol TB Simatupang sampai dengan Manggarai. Sementara pekerjaan pengerukan dilakukan di titik yang tidak memerlukan pembebasan lahan, seperti di Condet. Selama satu bulan pekerjaan, ia menyebut baru 150-200 meter yang telah diturap.
"Kita sekarang lakukan pengerukan dan pembangunan turap di lokasi yang bisa dikerjakan dulu. Baru satu bulan pelaksanaan, di hulu Jembatan Casablanca sekitar 150-200 meter sudah dipasang turap. Kemudian lokasi lain yang sedang dikerjakan juga di sekitar belakang Rindam Condet," ucapnya.
Selama banjir, pihaknya menghentikan proyek yang menelan anggaran hingga Rp 1,18 triliun tersebut. Sebab, tinggi muka air di Ciliwung tidak memungkinkan untuk dilakukan pekerjaan. Selain mempertimbangkan keselamatan petugas, alat berat juga harus diperhatikan dalam pelaksanaannya. Dijadwalkan normalisasi Sungai Ciliwung ini rampung pada 2016 mendatang.
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, pihaknya telah meminta Walikota Jakarta Timur, HR Krisdianto, untuk melakukan pendataan dan sosialisasi kepada warga. Sehingga relokasi bisa segera dilakukan. Terlebih rumah susun sederhana sewa (rusunawa) untuk warga telah siap di tiga lokasi yakni, di Cipinang Besar Selatan (Cibesel), Komarudin, dan Jatinegara Kaum.
"Sekarang sudah kita instruksikan agar dilakukan pendataan. Nanti dari situ baru kelihatan berapa warga yang akan direlokasi. Kalau rusunnya sudah siap semua, ada di Cibesel, Komarudin, dan Jatinegara," kata Jokowi.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
4079
Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan
Selasa, 03 Februari 2026
593
Pemprov DKI Gelar Tiga Sorti Operasi Modifikasi Cuaca Hari Ini
Selasa, 03 Februari 2026
436
Pramono Pastikan Virus Nipah Belum Ditemukan di Jakarta