DKI Akan Tagih Utang Fasum Pengembang

Sabtu, 25 Januari 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Dunih 2815

ahok_klapagading_salaman.jpg

(Foto: doc)

Untuk mengatasi persoalan banjir dan pemukiman kumuh di ibu kota, selain merevitalisasi waduk dan membuat sodetan, Pemprov DKI juga terus memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH) dan fasilitas umum (fasum) berupa rumah susun (rusun). Termasuk juga di daerah rawan banjir Kelapa Gading. Namun sayangnya dari 13 pengembang yang memiliki bisnis di Kelapa Gading, hanya satu di antara mereka yang sudah mulai menunaikan kewajibannya.

Ketua RW 12 Kelurahan Pegangsaan Dua, Sudirman mengatakan, dari 13 pengembang yang berpatisipasi dalam pembangunan pemukiman di wilayah Kelapa Gading, hanya satu saja yang peduli terhadap pembangunan RTH. Hal itu disampaikannya di sela-sela peresmian taman kota oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Dari 13 pengembang mengapa hanya Sumarecon Agung Tbk saja yang peduli? Andai dari 13, ada 10 saja yang peduli, saya kira Kelapa Gading menjadi kawasan yang bersih dan bebas dari banjir," ucapnya, Sabtu (25/1).

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama berjanji akan meminta Walikota Jakarta Utara untuk mendata kewajiban pengembang. Setelah terdata, mereka akan ditagih untuk melaksanakan kewajibannya apakah dalam bentuk membangun rumah susun maupun sarana lainnya.

"Pak walikota yang lebih tahu. Akan kita tagih utang-utang pengembang," ujarnya.

Sementara ini, diakui pria yang kerap disapa Ahok itu, pihaknya sudah mengantongi data sejumlah pengembang yang masih belum menunaikan kewajiban. Namun, untuk dapat menagih, diakui Ahok, pihaknya terkendala aspek hukum yang membutuhkan proses.

"Tapi kalau nakal, mereka akan kita diemin tidak dilayani. Bisa saja kita menahan sertifikat layak fungsi gedung mereka," tegasnya.

Terhadap para pengembang yang dianggap nakal, bahkan Basuki mengatakan berani membeli aset mereka bila tetap ngotot. Karena saat ini, menurutnya Pemprov DKI memiliki anggaran yang cukup untuk membayar aset mereka bila memang dibutuhkan.

"Pemprov itu lebih dari konglomerat. Pengembang yang ngeyel-ngeyel, kami beli saja gedungnya sesuai harga pasar," jelasnya.

Namun demikian, Basuki, tetap berharap para pengusaha dapat bersinergi dengan pemerintah. Karena diakui dirinya, keberadaan perusahaan properti di sisi lain juga memberikan keuntungan pada aspek ekonomi masyarakat.

"Kita ingin saling seimbang, properti sangat memungkinkan, mal juga pajaknya baik. Efek pengembangan ekonomi juga baik," tukasnya.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 881

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 804

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1180

RZA 0510

Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga

Senin, 04 Mei 2026 600

IMG 20260430 WA0117

Transjakarta-Kemnaker Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Sektor Transportasi Publik

Kamis, 30 April 2026 1108

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks