Jakarta Pusat Akan Perbaiki Turap Sungai

Minggu, 23 Maret 2014 Reporter: Agustian Anas, Andry Editor: Agustian Anas 4216

turap_setuBabakan_bjc_dok19.JPG

(Foto: doc)

Kondisi sejumlah turap (sheet pile) di wilayah Jakarta Pusat sudah memprihatinkan karena sudah berusia tua dan kritis. Bahkan, ada 2.000 meter atau 20 kilometer turap sungai di Jakarta Pusat yang sudah tua dan mesti diperbaiki.

Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum (Sudin PU) Tata Air Jakarta Pusat, Herning Wahyuningsih, mengatakan, salah satu program kerjanya tahun 2014 ini adalah memperbaiki turap sungai yang kondisinya sudah tua. Karena itu, anggaran sebesar Rp 600 miliar yang bersumber dari APBD DKI untuk kegiatan tahun ini akan dimanfaatkan semaksimal mungkin, salah satunya untuk memperbaiki turap sungai.

"Anggaran kita sebagian besar digunakan untuk pekerjaan penurapan sungai-sungai yang memang kondisinya sudah bermasalah," ujar Herning Wahyuningsih, Minggu (23/3).

Pembenahan turap sungai dari batu kali menjadi sheetpile beton memang menjadi fokus jajarannya dalam kegiatan tahun ini. Konstruksi seluruh turap sungai di wilayah Jakarta Pusat secara bertahap akan dipasangkan sheetpile beton seperti di Kali Cideng Barat dan Cideng Timur.

"Kita mau di Jakarta Pusat itu turapnya kita ganti semua. Karena memang kondisi turap lama sudah memprihatinkan. Coba cek di Cempaka Putih Raya, turap di kanan kiri jalan hampir longsor akibat sudah tua," katanya.

Herning mencontohkan, turap kali di wilayah Jakarta Pusat yang bermasalah dan berkondisi kritis seperti di saluran PHB Rawa Kerbo, PHB Citarum, PHB Abdul Muis, PHB Utan Kayu, Kali Sentiong, Kali Cideng Thamrin-Latuharhari, hingga Kali Zaenal Arifin.

"Di wilayah itu memang kondisi turap-turapnya sudah menyedihkan. Misalnya, di Jalan Abdul Muis, karena lokasinya di tengah kota, rasanya pantas kita ganti kontruksinya jadi lebih kokoh lagi," katanya.

Program pembenahan turap sungai di wilayah Jakarta Pusat sudah dalam proses lelang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Proses lelang itu telah mendapat persetujuan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) seraya menunggu Unit Layanan Pengadaan (ULP) selesai dibentuk.

"ULP sampai hari ini belum ada, waktu banyak terbuang. Makanya kemarin saya bersurat ke LKPP dan LKPP sudah menjawab kita bisa laksanakan lelang sambil menunggu proses ULP DKI terbentuk," terangnya.

Ia melanjutkan, proses lelang di LPSE kurang lebih akan memakan waktu hingga dua bulan. Bila proses lelang selesai, perbaikan turap kali bisa segera dimulai bersama dengan kegiatan lapangan lainnya. "Lelang selesai, baru kita mulai. Proses pelelangan memakan waktu hampir dua bulan," ungkapnya. 
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7156

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4843

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2809

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2568

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1247

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks