Pengawasan RPU Ilegal Diperketat

Selasa, 29 Maret 2016 Reporter: Folmer Editor: Nani Suherni 4707

Antisipasi Flu Burung, Pengawasan RPU Ilegal Harus Diperketat

(Foto: Istimewa)

Wali Kota Jakarta Barat, Anas Efendi meminta petugas Suku Dinas Kelautan, Peternakan dan Ketahanan Pangan (KPKP) meningkatkan pengawasan dan penindakan rumah pemotongan unggas (RPU) untuk antisipasi penyebaran virus flu burung.

Tolong dicarikan solusi tepat untuk mengantisipasi penyebaran kasus flu burung

Pasalnya, hingga saat ini masih ditemukan pemotongan unggas ilegal yang dijual di pasar tradisional.

"Tolong dicarikan solusi tepat untuk mengantisipasi penyebaran kasus flu burung," kata Anas saat rapat pimpinan bersama pimpinan di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (29/3).

Ia menegaskan, saat ini warga mulai selektif. Oleh sebab itu, pengawasan rumah pemotongan hewan milik warga juga harus diawasi.

BERITA TERKAIT
Kandang Unggas Di Asrama Damkar Ditertibkan

Kandang Unggas di Asrama Damkar Ditertibkan

Minggu, 27 Maret 2016 9472

20 Kandang Diamankan dari Utan Kayu Selatan

20 Kandang Diamankan dari Utan Kayu Selatan

Kamis, 24 Maret 2016 4484

Penyemprotan Disinfektan Dilakukan ke Kandang Unggas

Penyemprotan Disinfektan Dilakukan ke Kandang Unggas

Kamis, 24 Maret 2016 5411

BERITA POPULER
Petugas tj bantu warga ist2

Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

Kamis, 15 Oktober 2026 14629

Puskesmas matraman otoy

Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 3704

Konpers Jakarta Esports 2026 ist

Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

Senin, 19 Oktober 2026 1584

Transjakarta penghargaan pusta karsa ist

Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

Kamis, 15 Oktober 2026 2043

Edukasi Pilah Sampah pulau panggang anita

Warga Kelurahan Pulau Panggang Diajak Gencarkan Pilah Sampah

Selasa, 20 Oktober 2026 831

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks