Jelang Ramadhan, Stok Beras di Jakarta Aman

Jumat, 06 Juni 2014 Reporter: Nurito Editor: Agustian Anas 3330

Jelang Ramadhan Stok Beras Masih Aman

(Foto: doc)

Warga ibu kota tak perlu khawatir dengan keberadaan stok beras di pasaran menjelang bulan Ramadhan 1435 Hijriah. Sebab, stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa bahkan hingga Lebaran nanti.

Saat ini, stok beras masih sangat aman. Di gudang beras milik para pedagang di pasar ini jumlahnya sekitar 20 ton. Pasokan beras juga masih stabil 2.800 -3.000 ton per hari

Staf Pusat Data Pangan  PT Food Station Tjipinang Jaya Selaku Pengelola Pasar Induk Beras Cipinang, Eri Muhtarsyid, mengatakan, pasokan dan stok beras saat ini masih sangat stabil.

“Saat ini, stok beras masih sangat aman. Di gudang beras milik para pedagang di pasar ini jumlahnya sekitar 20 ton. Pasokan beras juga masih stabil 2.800 -3.000 ton per hari,” ujar Eri Muhtarsyid, Jumat (6/6).

Pasokan beras terbesar berasal dari daerah Jawa Barat seperti Karawang, Cirebon, Bandung, Cianjur, Garut, Sukabumi, dan daerah sekitarnya. Pasokan ini didukung dari daerah Jawa Tengah, seperti Tegal, Purwokerto, Demak, dan Kudus. Serta dari daerah Kediri dan Lumajang di Jawa Timur.

Menurutnya, biasanya lonjakan permintaan pasar hanya terjadi saat minggu pertama bulan Ramadhan. Karena biasanya warga ramai-ramai mengumpulkan stok, agar tak mondar-mandir ke pasar. Namun pada minggu kedua dan ketiga kembali normal. Sedangkan minggu keempat biasanya justru mulai sepi karena banyak warga ibu kota mudik lebaran.

Ketua Persatuan penggilingan Padi DKI Jakarta, Neli Sukidi, mengatakan, yang perlu diantisipasi tahun ini adalah masalah puso dan dampak banjir kemarin. Antisipasi ini bukan hanya untuk kebutuhan jelang Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 1435 H, akan tetapi untuk kebutuhan seterusnya. Setidaknya pemerintah harus menyiapkan stok beras yang cukup. Apalagi pada bulan Juli nanti ada Pemilu Presiden (Pilpres), dimana kebutuhan beras dipastikan akan semakin meningkat tajam.

“Pemerintah jangan main-main dengan stok beras. Karena banyak momen dimana kebutuhan beras akan meningkat. Kalau memang harus mengambil sikap impor, ya lakukan saja. Sekali lagi jangan main-main dengan stok beras, karena ada masalah cukup besar di petani pada tahun ini, yakni masalah puso dan banjir. Belum lagi distribusi pupuk yang beberapa kali bermasalah dan terjadi kelangkaan,” ujar Neli Sukidi.

Menurutnya, saat ini petani hanya beharap pada panen kedua yang dimulai bulan Juli mendatang. Jika panen aman, maka stok gabah akan aman. Jika tidak, pemerintah harus menyiapkan stok beras.

Sementara harga beras saat ini masih terbilang fluktuatif dan stabil. Mislanya untuk beras jenis IR 3 Rp 7.700-7.800 per kilogram naik dari sebelumnya Rp 7.500-7.600 per kilogram.

Kemudian IR 2 Rp 8.000 - 8.100 per kilogram, IR 1 Rp 8.200-8.300, IR super Rp 85 ribuan. Kenaikan harga beras dalam sepekan ini rata-rata hanya Rp 100-200 per kilogram. Kenaikan ini masih dianggap wajar dan fluktuatif.

BERITA TERKAIT
beras_raskin_ilustrasi9.jpg

Stok Beras untuk Korban Banjir Aman

Jumat, 24 Januari 2014 3297

jokowi tinjau beras silawesi

Jokowi Cek Beras Kiriman dari Makassar

Rabu, 28 Mei 2014 4168

sembako dokbjcom

Jelang Ramadhan, Stok Pangan di Jakarta Aman

Rabu, 04 Juni 2014 4265

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 2653

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 734

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 637

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1399

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1014

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks