Jelang Ramadhan, Stok Beras di Jakarta Aman

Jumat, 06 Juni 2014 Reporter: Nurito Editor: Agustian Anas 3367

Jelang Ramadhan Stok Beras Masih Aman

(Foto: doc)

Warga ibu kota tak perlu khawatir dengan keberadaan stok beras di pasaran menjelang bulan Ramadhan 1435 Hijriah. Sebab, stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa bahkan hingga Lebaran nanti.

Saat ini, stok beras masih sangat aman. Di gudang beras milik para pedagang di pasar ini jumlahnya sekitar 20 ton. Pasokan beras juga masih stabil 2.800 -3.000 ton per hari

Staf Pusat Data Pangan  PT Food Station Tjipinang Jaya Selaku Pengelola Pasar Induk Beras Cipinang, Eri Muhtarsyid, mengatakan, pasokan dan stok beras saat ini masih sangat stabil.

“Saat ini, stok beras masih sangat aman. Di gudang beras milik para pedagang di pasar ini jumlahnya sekitar 20 ton. Pasokan beras juga masih stabil 2.800 -3.000 ton per hari,” ujar Eri Muhtarsyid, Jumat (6/6).

Pasokan beras terbesar berasal dari daerah Jawa Barat seperti Karawang, Cirebon, Bandung, Cianjur, Garut, Sukabumi, dan daerah sekitarnya. Pasokan ini didukung dari daerah Jawa Tengah, seperti Tegal, Purwokerto, Demak, dan Kudus. Serta dari daerah Kediri dan Lumajang di Jawa Timur.

Menurutnya, biasanya lonjakan permintaan pasar hanya terjadi saat minggu pertama bulan Ramadhan. Karena biasanya warga ramai-ramai mengumpulkan stok, agar tak mondar-mandir ke pasar. Namun pada minggu kedua dan ketiga kembali normal. Sedangkan minggu keempat biasanya justru mulai sepi karena banyak warga ibu kota mudik lebaran.

Ketua Persatuan penggilingan Padi DKI Jakarta, Neli Sukidi, mengatakan, yang perlu diantisipasi tahun ini adalah masalah puso dan dampak banjir kemarin. Antisipasi ini bukan hanya untuk kebutuhan jelang Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 1435 H, akan tetapi untuk kebutuhan seterusnya. Setidaknya pemerintah harus menyiapkan stok beras yang cukup. Apalagi pada bulan Juli nanti ada Pemilu Presiden (Pilpres), dimana kebutuhan beras dipastikan akan semakin meningkat tajam.

“Pemerintah jangan main-main dengan stok beras. Karena banyak momen dimana kebutuhan beras akan meningkat. Kalau memang harus mengambil sikap impor, ya lakukan saja. Sekali lagi jangan main-main dengan stok beras, karena ada masalah cukup besar di petani pada tahun ini, yakni masalah puso dan banjir. Belum lagi distribusi pupuk yang beberapa kali bermasalah dan terjadi kelangkaan,” ujar Neli Sukidi.

Menurutnya, saat ini petani hanya beharap pada panen kedua yang dimulai bulan Juli mendatang. Jika panen aman, maka stok gabah akan aman. Jika tidak, pemerintah harus menyiapkan stok beras.

Sementara harga beras saat ini masih terbilang fluktuatif dan stabil. Mislanya untuk beras jenis IR 3 Rp 7.700-7.800 per kilogram naik dari sebelumnya Rp 7.500-7.600 per kilogram.

Kemudian IR 2 Rp 8.000 - 8.100 per kilogram, IR 1 Rp 8.200-8.300, IR super Rp 85 ribuan. Kenaikan harga beras dalam sepekan ini rata-rata hanya Rp 100-200 per kilogram. Kenaikan ini masih dianggap wajar dan fluktuatif.

BERITA TERKAIT
beras_raskin_ilustrasi9.jpg

Stok Beras untuk Korban Banjir Aman

Jumat, 24 Januari 2014 3333

jokowi tinjau beras silawesi

Jokowi Cek Beras Kiriman dari Makassar

Rabu, 28 Mei 2014 4215

sembako dokbjcom

Jelang Ramadhan, Stok Pangan di Jakarta Aman

Rabu, 04 Juni 2014 4306

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2299

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2230

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1689

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 955

Pemprov dki kemenag jalan istiqlal folmer

DKI dan Kemenag RI Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Daerah

Senin, 16 Maret 2026 1342

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks