Pembangunan Gedung Puskesmas Terkendala Harga Lahan

Jumat, 09 Mei 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Lopi Kasim 7825

Puskesmas

(Foto: doc)

Dinas Kebersihan DKI Jakarta mengakui masih ada beberapa puskesmas yang belum memiliki gedung sendiri dan terpaksa mengontrak. Mahalnya harga lahan di ibu kota menjadi faktor utamanya belum adanya tempat permanen bagi beberapa puskemas.

Saya tanya sama Anda kalau cari tanah di Menteng, Gondangdia, dan Pinangsia susah tidak? Susah kan. Jadi yang belum punya terpaksa kontrak dulu

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati, mengatakan, standarnya setiap kelurahan di ibu kota harus ada puskesmas kelurahan. Namun, lantaran mahalnya harga lahan di ibu kota, sehingga di beberapa kelurahan gedungnya masih menyewa alias kontrak.

Dien menyebutkan, beberapa puskesmas yang gedungnya masih mengontrak diantaranya yakni Puskesmas Kelurahan Menteng, Gondangdia, dan Pinangsia. "Saya tanya sama Anda kalau cari tanah di Menteng, Gondangdia, dan Pinangsia susah tidak? Susah kan. Jadi yang belum punya terpaksa kontrak dulu," kata Dien, Jumat (9/5).

Menurut Dien, hal itu dilakukan agar tetap dapat melayani masyarakat. Sambil menunggu adanya lahan dari fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum) yang tidak terpakai maka lebih baik menyewa gedung. "Sambil nunggu kalau ada fasos fasum yang tidak kepakai kita gunakan," ujarnya.

Sementara untuk puskesmas kelurahan Rawa Badak Selatan di Jakarta Utara, rencananya akan menggunakan lahan bekas gelanggang olahraga (GOR). "Kalau perlu ada di Jakarta Utara yang bekas GOR kita kan numpang disitu, minta saja tanahnya seluas 400 atau 500 meter persegi kita jadikan puskesmas," tuturnya.

Sementara itu, Dien mengaku akan ada 18 puskesmas kecamatan di ibu kota akan dinaikkan statusnya menjadi rumah sakit tipe D. Sehingga dapat menambah jumlah tempat tidur untuk pasien kelas 3. Nantinya pasien yang menderita DBD, tipes, dan diare akan dirawat di rumah sakit tipe D ini.

Hal ini, dilakukan untuk mendukung program Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang saat ini telah melebur menjadi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sebab, dengan adanya program tersebut jumlah pasien di ibu kota melonjak tajam.

"Dengan demikian kita tidak bergantung lagi dengan rumah sakit swasta. Karena susah kalau terus seperti ini (dibilang penuh), kita tidak bisa memberikan pelayanan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
gudang obat rio selatan

Gudang Obat Puskesmas Jadi Lapak Pemulung

Jumat, 09 Mei 2014 6868

RSUD Tarakan

Dinkes DKI Akan Pulangkan Uang Fauzan

Jumat, 09 Mei 2014 8161

puskesmas koja dok bjcom alfurqon

Puskesmas Rawa Badak Selatan Tak Layak

Selasa, 06 Mei 2014 6095

Penderita Chikungunya Jakarta Barat

13 Warga Semanan Terserang Chikungunya

Senin, 28 April 2014 4685

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7033

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4641

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2151

Road to lerata run anita

Road to Larata Run 2026 Padukan Olahraga dan Transportasi Publik

Sabtu, 31 Oktober 2026 1312

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1745

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks