Rabu, 08 Januari 2014
Reporter: Folmer
Editor: Erikyanri Maulana
2535
(Foto: doc)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan mengulang tes seleksi terbuka alias lelang jabatan kepala sekolah. Tes ulang digelar karena diduga telah terjadi tindak kecurangan saat proses lelang kepsek sebelumnya.
"Iya, nanti mereka disuruh tes lagi didampingi polisi. Nanti ada komponen-komponennya," ujar Basuki T Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Selasa (8/1).
Dikatakan Basuki, pihaknya juga akan mengambil keputusan terkait kasus lelang kepsek Senin depan. "Pokoknya nanti lihat saja, Senin depan ada kejutan," katanya.
Sebelumnya, Basuki mengakui telah terjadi kecurangan dalam proses lelang jabatan kepala sekolah. Namun, kecurangan itu sulit dibuktikan disebabkan terjadi secara sistematik. "Ada kecurangan. Kecurangan kayak pemilukada saja. Sistematik, susah dibuktikan," ungkapnya.
Ditambahkan Basuki, kecurangan tersebut dibuktikan dengan adanya sejumlah kepala sekolah bersama oknum Dinas Pendidikan DKI menggelar diskusi bersama terkait soal tes lelang jabatan kepala sekolah. "Mereka terbukti kok belajar bareng, belajar soal. Terus dibatasi yang ikut ke tahap berikutnya siapa aja, sekian nilainya. Jadi mereka batasi, mereka yang lolos temen-temen dia juga. Inikan namanya ingin mempertahankan status quo," ucapnya.
Sekadar diketahui seleksi jabatan kepsek yang digelar oleh Pemprov DKI untuk mendapatkan pemimpin yang berkualitas, diduga telah dicoreng oleh beberapa pihak.
Sejumlah organisasi guru diantaranya Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Persatuan Guru Indonesia (PGSI) dan Forum Guru Jakarta (FGJ) melaporkan dugaan kecurangan sistemik yang terjadi di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) yang melibatkan oknum pejabat LPMP dalam membekali dan melatih soal untuk lelang jabatan kepada 180 kepala sekolah.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda
Selasa, 28 Juli 2026
9265
Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang
Jumat, 31 Juli 2026
3230
14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak
Selasa, 28 Juli 2026
3652
MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis
Rabu, 29 Juli 2026
1946
Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman