Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo meninjau langsung arus lalu lintas hari pertama pembukaan Bandara Halim Perdanakusuma sebagai bandara komersil. Rencananya akan ditambah satu jalur pada akses utama menuju bandara yang semula hanya digunakan untuk penerbangan Angkatan Udara (AU) dan pribadi. Jalan utama yang akan dilebarkan yakni Jl Komodor Halim Perdanakusuma, dari semula hanya dua lajur menjadi tiga lajur.
Rencana penambahan lajur tersebut dilakukan karena akan ada penambahan kendaraan yang menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Mengingat berdasarkan penghitungan Angkasa Pura II, bandara akan melayani enam penerbangan setiap jam. Satu penerbangan akan melayani 150 penumpang. Dengan begitu, di bandara tersebut akan ada 900 penumpang perjam.
"Pokoknya, total satu hari itu bisa lebih dari 6.000 penumpang. Itu kan artinya 6.000 mobil akan masuk. Kita akan melebarkan akses masuk, kiri tiga meter, ke kanan tiga meter," ujar Jokowi, Jumat (10/1).
Meski begitu, kata Jokowi, dirinya memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perhubungan DKI untuk mengkonsultasikan terlebih dahulu rencana tersebut dengan Angkasa Pura dan TNI Angkatan Udara. Selain akses utama, ada pula jalan alternatif yang bisa digunakan oleh masyarakat yakni Jl Kerja Bakti, Kampung Makasar, Jakarta Timur. Namun, jalan tersebut memiliki lebar lebih sempit ketimbang akses utama, yakni hanya dua lajur.
Kepala Dinas PU DKI Jakarta, Manggas Rudy Siahaan menuturkan, pihaknya secepat mungkin akan melakukan kajian bersama Dinas Perhubungan. Dengan begitu, pihaknya dapat memperkirakan berapa biaya yang akan dianggaran untuk melebarkan jalan tersebut. "Insya Allah akan kita masukan ke anggaran tahun ini. Makanya kita akan kaji dulu seluruhnya," kata Manggas.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Kebakaran di Sunter Agung Berhasil Dipadamkan
Rabu, 13 Mei 2026
6074
Ditarget Beroperasi Agustus 2026, Pramono Pastikan Keamanan Proyek LRT
Rabu, 13 Mei 2026
979
183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang
Selasa, 12 Mei 2026
1297
Pramono: Jakarta Tetap Ibu Kota hingga Terbitnya Keppres
Rabu, 13 Mei 2026
756
Pramono Pastikan Harga Hewan Kurban Masih Terkendali