Ketersediaan Alat Medis Cadangan untuk Jaga Pelayanan RSUD

Minggu, 08 November 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 239

Rany mauliani ist

(Foto: Istimewa)

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani meminta, Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan ketersediaan alat kesehatan yang memadai di seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) guna menjaga kelancaran pelayanan medis sekaligus mengantisipasi gangguan layanan ketika peralatan utama mengalami kerusakan.

Menurut Rany, setiap RSUD idealnya memiliki alat kesehatan cadangan untuk menunjang layanan medis yang membutuhkan penanganan cepat.

"ada alat lain yang bisa digunakan,"

"Jadi, kalau bisa, alat yang dibutuhkan masyarakat di setiap rumah sakit tidak hanya satu, tetapi ada dua. Misalnya, ventilator jangan hanya satu, harus ada cadangan. Ketika terjadi kerusakan, ada alat lain yang bisa digunakan," ujarnya, Minggu (8/11).

Ia mencontohkan pentingnya ketersediaan fasilitas catheterization laboratory (cath lab) di RSUD Budhi Asih. Pengadaan fasilitas tersebut lantaran RSUD Budhi Asih kerap menerima pasien rujukan dengan kondisi serangan jantung yang membutuhkan penanganan segera.

Rany menegaskan bahwa kelengkapan alat medis menjadi faktor penting dalam menentukan kecepatan penanganan pasien dalam kondisi darurat.

"Kalau ada pasien serangan jantung, sementara alatnya tidak bisa digunakan, bagaimana penanganannya? Karena itu, setiap rumah sakit perlu memiliki alat yang dibutuhkan masyarakat, termasuk peralatan cadangan," tegasnya.

Lebih jauh, Rany menilai, kualitas pelayanan dan fasilitas RSUD di Jakarta sudah mampu bersaing dengan rumah sakit di sejumlah daerah lain. Namun, berbagai keunggulan tersebut perlu lebih banyak diperkenalkan kepada masyarakat melalui publikasi dan optimalisasi media sosial (medsos) masing-masing rumah sakit.

Ia berharap, masyarakat semakin mengenal fasilitas dan layanan yang tersedia di RSUD sehingga dapat memanfaatkan layanan kesehatan milik Pemprov DKI Jakarta secara optimal.

"Saya juga sudah berkeliling ke sejumlah rumah sakit. Fasilitasnya jauh berbeda dan sudah bagus. Hanya saja, kita masih kurang mengekspos dan memberikan perhatian terhadap hal tersebut," imbuhnya.

Rany juga mengusulkan agar Komisi E memperkuat koordinasi dengan Dinkes dan jajaran direksi RSUD melalui pertemuan rutin. Komunikasi yang intensif antara legislatif dan pengelola rumah sakit penting agar persoalan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

"Kalau kita sering berkomunikasi dan berkoordinasi, insya Allah berbagai permasalahan pelayanan kesehatan bagi warga DKI Jakarta bisa diatasi," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7562

KI DKI sosialisasi pilah sampah rsud cipayung ist

RSUD Cipayung Berkomitmen Terapkan Pilah Sampah

Jumat, 11 September 2026 580

BERITA POPULER
IMG 20261104 WA0056

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

Rabu, 04 November 2026 37183

6.Akses masuk kawasan wisata Ancol gratis sambut HUT Jakarta

Gratis Masuk Ancol, Masyarakat Diajak Nikmati Ragam Wisata

Kamis, 05 November 2026 28624

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 4042

Pelajar murid siswa siswi penerima kjp plus jati2

Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Tahap II dan KJMU Tahun 2026

Rabu, 04 November 2026 2861

Waduk Kampung Rambutan 1 Bakal Jadi Ruang Terbuka Biru Hijau Multifungsi

Waduk Kampung Rambutan 1 Bakal Jadi Ruang Terbuka Multifungsi

Jumat, 06 November 2026 1849

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks