Selasa, 03 November 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 202
(Foto: Istimewa)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menepati janjinya menggelar rapat perdana di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat untuk mendengarkan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang terhambat.
Dalam rapat ini, Pramono menyoroti tiga isu utama yang mendesak, yakni terkait masalah banjir, kemacetan lalu lintas, dan optimalisasi TPS 3R di Meruya Selatan.
"ada tiga isu utama,"
"Di Kecamatan Kembangan ini ada tiga isu utama. Yang pertama adalah berkaitan dengan banjir, yang kedua adalah berkaitan dengan kemacetan, perluasan jalan, yang ketiga adalah berkaitan dengan TPS 3R di Meruya Selatan," ujar Pramono, di Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (3/11).
Untuk menangani masalah banjir dan genangan, Pramono memutuskan untuk melanjutkan pembangunan sheet pile sepanjang 2,3 kilometer. Selain itu, normalisasi saluran juga akan terus dilakukan untuk mencegah luapan air.
Sementara untuk mengatasi masalah kemacetan di kawasan sekitar, diputuskan akan dilakukan pelebaran Jalan Joglo Raya. Proyek pelebaran jalan sepanjang 2,3 kilometer ini ditargetkan tuntas pada 2028.
"Memang mungkin tidak selesai di tahun 2027 ini, untuk pelebaran dan sebagainya mungkin perlu waktu sampai dengan 2028," kata Pramono.
Sedangkan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di wilayah Meruya Selatan, Pramono mengizinkan agar pengelolaan TPS 3R bekerja sama dengan pihak swasta.
Fasilitas TPS 3R di Meruya Selatan memiliki kapasitas 7,3 ton sampah, namun produksi hariannya baru sekitar 3,5 hingga empat ton.
"Menurut saya perlu ditingkatkan dan apalagi dengan adanya Pergub Nomor 5 Tahun 2026, betul-betul TPS 3R sekarang ini kita dorong dan kita izinkan untuk dikerjasamakan dengan private dengan swasta," tuturnya.
Melalui optimalisasi pengelolaan sampah di TPS 3R, Pramono meyakini jumlah kiriman sampah ke TPST Bantargebang akan berkurang signifikan.
Gubernur pun berharap, kerja sama pengelolaan sampah di TPS 3R dengan pihak swasta akan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kami memberikan persetujuan untuk TPS3R yang di Meruya Selatan agar ini kalau memang bisa dikerjasamakan dengan swasta, saya persilakan selama itu memberikan manfaat bagi pengurangan sampah secara signifikan di Jakarta ini," jelasnya.
Gubernur menyampaikan, melalui rapat yang digelar di tingkat kecamatan ini, maka seluruh masalah yang selama ini mengalami hambatan dapat langsung diselesaikan. Ia memastikan jajaran terkait akan langsung menindaklanjuti hasil keputusan dalam rapat.
"Semuanya sudah saya putuskan dan langsung dieksekusi karena semua OPD juga yang berkaitan tadi ada dan terlibat," ujar Pramono.
Sementara Camat Kembangan, Fahmy Karsawijaya menyampaikan, proyek pelebaran Jalan Joglo Raya ini merupakan aspirasi dari masyarakat sekitar. Jalur ini merupakan jalan utama yang menghubungkan Jakarta Barat dengan wilayah Tangerang.
"Ini pelebaran jalan di Joglo Raya adalah aspirasi daripada warga sekitar, karena sejak tahun 2019 itu sudah tidak ada lagi pekerjaan, sementara yang tersisa hanya tinggal 2,3 (km)," jelas Fahmy.
Menurutnya, selama ini arus lalu lintas di jalan tersebut sangat padat sehingga menyebabkan kemacetan. Melalui proyek pelebaran jalan ini diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas.
"Itu kemacetannya luar biasa, dan mudah-mudahan juga ini menjadi solusi kemacetan di Jakarta," tandasnya.