Senin, 02 November 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 95
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Sebanyak 100 anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jakarta Barat, Senin (2/11), diedukasi tentang pencegahan kebakaran.
Kegiatan yang dilasanakan di Ruang Wijaya Kusuma Blok A kantor wali kota ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kota Jakarta Barat dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
FKDM Jakarta Barat saat ini memiliki aplikasi pemantauan
Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Imron Sjahrin mengatakan, anggota FKDM neniliki tanggung jawab terhadap potensi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) kebakaran di wilayahnya masing-masing.
"Wali kota memandang perlu menguatkan kembali peran serta FKDM terkait dengan pencegahan kebakaran. Karena memang fenomena kebakaran di Jakarta Barat sekarang yang paling tinggi," katanya.
Dijelaskan Imron, kasus kejadian kebakaran di Jakarta Barat hingga Oktober 2026 lalu tecatat mencapai 457 kasus. Sebab itu, walaupun telah ada relawan pemadam kebakaran (Redkar) di Jakarta Barat, Ia berharap peran serta FKDM lebih maksimal.
Selain faktor cuaca panas ekstrim yang belakangan terjadi, menurut Imron, kejadian kebakaran juga banyak dipicu kesalahan penggunaan dan pemanfaatan listrik yang tidak sesuai standar.
"FKDM Jakarta Barat saat ini memiliki aplikasi pemantauan yang bisa diintegrasikan dengan potensi kerawanan dan kejadian kebakaran, sehingga dampak bencana di wilayah bisa diminimalisir," jelasnya.
Imron juga meminta jajaran FKDM gencar mensosialisasikan kerawanan kebakaran kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat akan semakin awas potensi dan mengubah perilaku agar bisa mengantisipasi kejadian kebakaran di lingkungan mereka.
"Kalau sudah kita berikan pengetahuan atau sosialisasi dan masyarakat bisa mengikuti, Insyaallah kejadian kebakaran bisa berkurang," harapnya.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Suheri mengatakan, pihaknya berniat mengintegrasikan aplikasi yang dimilik FKDM dalam upaya pencegahan kebakaran.
"Kalau aplikasinya sudah disesuaikan, bisa bagaimana mengidentifikasi potensi merah. Sehingga nanti ada tindak lanjut dan lain sebagainya, FKDM memonitor sampai di mana," tandasnya.