Kamis, 15 Oktober 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 261
(Foto: Doc)
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Manuara Siahaan meminta, Pemprov DKI Jakarta memperkuat upaya pencegahan kebakaran di kawasan permukiman padat dan kumuh. Salah satu upaya yang diusulkan adalah mengantisipasi risiko kebakaran akibat korsleting listrik.
Dikatakan Manuara, kebakaran kerap terjadi akibat kelalaian maupun ketidaksengajaan. Berdasarkan pengamatannya, korsleting listrik dan penggunaan gas yang tidak aman menjadi dua faktor yang perlu mendapat perhatian serius untuk menekan risiko kebakaran di ibu kota.
"Kita harus bantu,"
Menurut dia, Pemprov DKI perlu melakukan kajian komprehensif untuk mengidentifikasi penyebab tingginya kasus kebakaran di kawasan permukiman kumuh. Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan langkah pencegahan yang tepat sasaran.
"Saya sedang merumuskan suatu langkah dan akan menyampaikannya kepada Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, khusus untuk penanganan di kawasan kumuh," ujar Manuara, Kamis (15/10).
Ia mengusulkan agar Pemprov DKI mempertimbangkan pemasangan alat pengaman tambahan pada instalasi listrik rumah warga. Alat tersebut, kata Manuara, berfungsi seperti Miniature Circuit Breaker (MCB) atau pemutus sirkuit yang dapat memutus aliran listrik secara otomatis ketika terjadi gangguan seperti korsleting atau kelebihan beban (overload) sehingga risiko kebakaran dapat ditekan.
Manuara menilai, usulan tersebut perlu dikaji bersama PT PLN (Persero) untuk memastikan penerapannya sesuai dengan standar keselamatan instalasi listrik. Ia juga mendorong Dinas Gulkarmat DKI Jakarta melakukan kajian pada 2027 sebagai dasar penyusunan dan penerapan langkah pencegahan tersebut.
"Upaya ini penting mengingat Jakarta masih memiliki hampir 200 rukun warga (RW) kumuh. Sebagian warga di kawasan tersebut merupakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang membutuhkan dukungan pemerintah untuk meningkatkan keamanan tempat tinggal mereka," jelasnya.
Meski demikian, Manuara menegaskan bahwa pemasangan alat pengaman bukan satu-satunya solusi untuk mencegah kebakaran. Kepatuhan terhadap standar keselamatan instalasi listrik dan perilaku masyarakat yang berhati-hati tetap menjadi faktor penting.
Ia juga berencana melibatkan Lembaga Teknologi Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) dalam kajian akademik terkait persoalan tersebut. Kajian ini diharapkan dapat memetakan penyebab kebakaran di kawasan permukiman kumuh sekaligus menghasilkan rekomendasi pencegahan yang dapat diterapkan Pemprov DKI.
"Kita harus bantu, ini rakyat kita juga. Bagaimana kalau alat ini disosialisasikan kepada mereka dan dipasang di rumah untuk mencegah kebakaran akibat korsleting listrik," tandasnya.