Senin, 02 November 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 255
(Foto: Anita Karyati)
Perbaikan turap Saluran Penghubung (Phb) Agung Perkasa di Jalan Agung Tengah 15, RW 16, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara diapresiasi warga.
"Memperkokoh konstruksinya"
Ketua RW 16, Kelurahan Sunter Agung, Anthony mengatakan, Perbaikan tersebut penting untuk mencegah longsor semakin meluas sekaligus menjaga keamanan warga. Terlebih, ruas jalan yang berada di bantaran saluran memiliki intensitas mobilitas kendaraan cukup tinggi.
"Kami berterima kasih atas perbaikan ini. Jika tidak segera ditangani, longsor berpotensi meluas dan membahayakan warga. Semoga sinergisitas antara pengurus wilayah dan jajaran pemerintah terus terjalin dengan baik," ujarnya, Senin (2/11).
Apresiasi serupa disampaikan petugas keamanan lingkungan setempat, Indra (52). Ia menilai proses pengerjaan perbaikan turap berlangsung rapi dan terukur.
"Semoga pekerjaan dapat segera diselesaikan agar aktivitas dan mobilitas warga kembali berjalan optimal," terangnya.
Menurutnya, kondisi turap yang sudah termakan usia membuat konstruksi rentan mengalami kerusakan akibat kikisan arus air.
"Kami melihat petugas bekerja dengan teliti untuk memperkokoh konstruksinya," ungkapnya.
Sementara itu, Pengawas Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Tanjung Priok, Abdul Rosyid menjelaskan perbaikan turap merupakan tindak lanjut atas usulan warga sekaligus upaya memulihkan konstruksi yang mengalami longsor.
"Kami memperbaiki kembali konstruksi turap yang sudah longsor agar struktur dinding kembali kokoh dan mampu menahan beban tanah di tepi saluran," bebernya.
Abdul memaparkan, turap yang diperbaiki memiliki panjang 50 meter dengan ketinggian 3,5 meter. Adapun ketebalan konstruksi mencapai 70 sentimeter pada bagian bawah dan 30 sentimeter pada bagian atas.
"Pengerjaan yang dimulai sejak 15 Juli tersebut kini sudah mencapai progres lebih dari 50 persen dan ditargetkan rampung Desember mendatang," jelasnya.
Ia menuturkan, untuk proses pengerjaan dikerahkan delapan personel Pasukan Biru serta satu unit alat berat ekskavator untuk membantu pengerukan saluran. Konstruksi turap diperkuat menggunakan pasangan batu kali dan beton cor.
"Semoga melalui perbaikan ini, potensi kerusakan dapat diminimalisir agar fungsi saluran tetap terjaga secara optimal," tandasnya.