Selasa, 27 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 221
(Foto: Anita Karyati)
Revitalisasi Gedung Bimasena di Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Aki Tirem, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara ditargetkan rampung pada awal November 2026.
"Sudah memasuki tahap akhir"
Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara, Dya Perwita Kusuma mengatakan, biaya pekerjaan revitalisasi yang dimulai pada awal September tersebut bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak Rp1,7 miliar.
"Proyek ini memiliki masa pengerjaan 60 hari kalender. Saat ini, pengerjaan sudah memasuki tahap akhir," ujarnya, Selasa (27/10).
Dya menjelaskan, revitalisasi diprioritaskan pada Gedung Bimasena yang berada di bagian belakang kompleks PPSB Aki Tirem. Gedung tersebut merupakan salah satu fasilitas utama yang digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan pementasan dan pertunjukan seni.
"Kami ingin meningkatkan kualitas gedung agar dapat dimanfaatkan secara optimal," terangnya.
Menurutnya, salah satu pekerjaan utama dalam revitalisasi ini adalah pembenahan sistem akustik ruangan. Sebelumnya, gedung tersebut belum dilengkapi peredam suara yang memadai sehingga kegiatan pementasan pada malam hari berpotensi mengganggu kenyamanan warga di permukiman sekitar.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya memasang material peredam suara berupa kombinasi rockwool dan lapisan polyurethane (PU) hingga tiga lapis. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan ruangan dalam meredam suara selama kegiatan pertunjukan berlangsung.
"Selain mengoptimalkan kekedapan suara di dalam ruangan, kami juga memasang alat pendeteksi kebakaran untuk meningkatkan aspek keselamatan gedung," bebernya.
Ia menambahkan, pekerjaan revitalisasi juga mencakup penggantian rangka atap dan talang air di bagian belakang gedung. Perbaikan dilakukan karena komponen tersebut telah mengalami kerusakan dan keropos akibat usia bangunan.
"Pembenahan turut menyasar sistem sanitasi secara menyeluruh. Langkah ini diperlukan karena toilet dan saluran pembuangan lama kerap mengalami rembesan serta luapan balik dari saluran Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU)," ucapnya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, lanjut Dya, dilakukan pembangunan empat unit tangki septik baru berkapasitas besar. Perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi sanitasi sekaligus mencegah terulangnya gangguan pada sistem pembuangan.
Dya menuturkan, proyek yang dilaksanakan PT Batavia Benteng Djaya tersebut menggunakan mekanisme pengadaan secara e-purchasing melalui metode mini kompetisi, bukan penunjukan langsung.
"Perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas fasilitas PPSB Aki Tirem sehingga lebih aman dan nyaman untuk menunjang berbagai aktivitas seni budaya," ungkapnya.
Ia menyampaikan, Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara juga berencana mengusulkan anggaran untuk melanjutkan renovasi pada area tengah hingga bagian depan gedung pada tahun anggaran mendatang.
"Kami akan meninjau kembali perencanaan renovasi lanjutan dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran. Semoga pembenahan dapat dilakukan secara bertahap agar seluruh fasilitas gedung semakin optimal,” tandasnya.