Senin, 19 Oktober 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 394
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pelajar SMPN 294 Jakarta di Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan mengembangkan pengelolaan sampah dengan mengolah sampah anorganik menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai guna dan ekonomi. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik sejak dini.
"Peduli terhadap kebersihan"
Lurah Karet Kuningan, Leo Yudhantara mengapresiasi upaya pengelolaan sampah yang dilakukan para peserta didik bersama guru. Upaya tersebut sejalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
"Saya juga berterima kasih kepada guru yang telah membimbing anak-anak ini menjadi anak yang peduli terhadap kebersihan lingkungannya sejak dini," ujarnya, Senin (19/10).
Leo menjelaskan, bahan baku kerajinan tangan tersebut berasal dari sampah di lingkungan sekolah. Sebelum dimanfaatkan, murid dan guru terlebih dahulu memilah sampah dengan memisahkan sampah organik dan anorganik.
Melalui kegiatan ini, ia berharap para murid semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dini. Selain membangun kebiasaan memilah dan memanfaatkan sampah, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mengembangkan kreativitas serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik.
"Semoga penerapan konsep zero waste, dengan meminimalkan sampah yang dihasilkan melalui pengurangan, pemanfaatan kembali, dan pengolahan sampah secara berkelanjutan, ini dapat diikuti sekolah lainnya," terangnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 294 Jakarta, Nina Lestari memaparkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya sekolah untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
"Program ini sekaligus memberikan edukasi kepada murid tentang pemanfaatan sampah agar tidak langsung dibuang," ungkapnya.
Nina menambahkan, saat ini sampah anorganik yang dikumpulkan dan diolah oleh peserta didik dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan tangan, salah satunya gantungan kunci dengan beragam warna dan motif.
Selain mengolah sampah menjadi kerajinan, SMPN 294 Jakarta juga telah memiliki teba modern dan lubang biopori sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
"Di sekolah kami juga sudah ada teba modern dan lubang biopori. InsyaAllah pengelolaan sampah di sini sudah cukup baik. Semua kami manfaatkan dengan semaksimal mungkin," tandasnya.