Sampah Bambu Dijadikan Instalasi Seni Bawah Laut

Selasa, 13 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 190

Sampah bambu Instalasi Seni Bawah Laut Pulau Panggang anita

(Foto: Anita Karyati)

Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kepulauan Seribu mengolah sampah bambu menjadi instalasi seni bawah laut di Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Inovasi ini dilakukan melalui kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) pengolahan sampah pesisir untuk mendukung konservasi ekosistem laut sekaligus mengembangkan pariwisata bahari.

"Lokakarya perakitan menjadi instalasi seni"

Kepala Suku Dinas LH Kepulauan Seribu, Achmad Hariadi mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan nilai guna sampah sekaligus mendorong masyarakat agar melihat limbah pesisir sebagai material yang masih dapat dimanfaatkan.

"Sampah bambu yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kami olah melalui lokakarya perakitan menjadi instalasi seni bawah laut," ujarnya, Selasa (13/10).

Achmad menjelaskan, instalasi berbentuk gerbang bambu tersebut mengusung konsep living underwater art. Selain memiliki nilai estetika, instalasi ini dirancang menjadi tempat berlindung dan berkumpulnya biota laut.

Untuk menjaga keamanan lingkungan, bambu terlebih dahulu dipilah dan dibersihkan dari paku, kawat, serta residu anorganik yang menempel. Penempatan instalasi juga harus melalui kajian teknis dan pengujian keamanan material guna memastikan kesesuaiannya dengan kondisi lingkungan perairan.

"Pemantauan ekologis dilakukan secara berkala untuk memastikan instalasi aman dan tidak mengganggu ekosistem perairan," terangnya.

Achmad menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 50 peserta yang terdiri atas personel Sudin LH, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), serta komunitas pegiat lingkungan setempat.

Ia berharap, inovasi pemanfaatan sampah bambu tersebut dapat dikembangkan di wilayah lain dengan konsep yang berbeda. Selain membantu menangani sampah pesisir, upaya ini diharapkan dapat mendukung pengembangan ekonomi biru di Kepulauan Seribu.

"Mari bersama-sama menjaga kebersihan pesisir dan mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat demi kelestarian ekosistem laut dan pariwisata berkelanjutan," ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Pulau Panggang, Jamaluddin menyambut baik pemanfaatan sampah bambu menjadi instalasi seni bawah laut tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, petugas kebersihan, dan komunitas lingkungan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan kawasan pesisir.

"Kami berharap kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membuka peluang pengembangan wisata bahari di Pulau Panggang," tandasnya.

BERITA TERKAIT
PSX 20260908 151856

Bimtek Pokdarwis di Jakut Diikuti 100 Peserta

Selasa, 08 September 2026 381

TPS 3R Menteng Atas rezap

Percepat Transformasi Pengolahan Sampah, TPS 3R Dioptimalkan

Senin, 03 Agustus 2026 762

Pulau Bidadari Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Kawasan

Pulau Bidadari Percontohan Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah

Rabu, 12 Agustus 2026 512

BERITA POPULER
Penumpang mikrotrans cilik ist

Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

Minggu, 11 Oktober 2026 28522

Metrologi DKI Tera Perangkat SPKLU gery ist2

Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

Jumat, 09 Oktober 2026 11474

Evakuasi Korban Hanyut di Ciliwung ist

Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

Kamis, 08 Oktober 2026 6873

Tap jaklingko jati

MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 3787

Satriadi gunawan pol pp jati

Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

Senin, 12 Oktober 2026 1538

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks