Jumat, 16 Oktober 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 166
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Murid BKB PAUD An-Najihin, Kelurahan Gandaria Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan diberikan edukasi tentang cara menanam dan memanen sayuran di halaman sekolah.
"Sangat antusias sekali"
Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Gandaria Selatan, Enong Eli Ulfiah mengatakan, edukasi dan praktik menanam serta memanen sayuran bertujuan membentuk kepedulian anak terhadap lingkungan sejak dini. Melalui kegiatan ini, anak-anak juga diajarkan pentingnya merawat tanaman sebagai makhluk hidup.
"Tanaman ini kan makhluk hidup yang harus diperhatikan juga, perlu disiram dan lain sebagainya. Artinya, kita mengajarkan mereka bagaimana menyayangi makhluk hidup yang juga akan bermanfaat bagi mereka nantinya," ujarnya, Jumat (16/10).
Eli menjelaskan, kegiatan budi daya tanaman di lingkungan sekolah juga menjadi salah satu upaya mendukung ketahanan pangan dengan memanfaatkan ruang kosong atau lahan yang sebelumnya tidak terpakai.
"Tentu harapannya PAUD ini terus berkembang, baik pendidikan akademik maupun nonakademiknya. Sehingga, prestasi dan cita-cita mereka dapat digapai melalui kesempatan yang mereka bisa," terangnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah sekaligus Pemimpin Yayasan BKB PAUD An-Najihin, Hastaniyati memaparkan, kegiatan tersebut diisi dengan praktik menanam lebih dari 100 bibit kacang panjang dan memanen delapan kilogram bayam.
Ia menambahkan, para murid mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Hasil panen bayam pun dibagikan kepada seluruh murid untuk dibawa pulang.
"Alhamdulillah, mereka sangat antusias sekali mengikuti kegiatan ini. Terlebih hasil panennya mereka bawa pulang seluruhnya," ungkapnya.
Selain edukasi menanam dan memanen sayuran, pihak sekolah juga mengadakan sosialisasi pengelolaan sampah yang melibatkan 46 murid beserta orang tua mereka.
Hastaniyati menuturkan, sosialisasi tersebut merupakan langkah awal untuk membentuk bank sampah mandiri di lingkungan sekolah. Melalui program ini, murid dan orang tua diharapkan dapat berperan aktif dalam pengelolaan sampah serta membangun kebiasaan menjaga kebersihan sejak dini.
"Kita di sini akan membuat bank sampah mandiri. Untuk itu, perlu sosialisasi bagi murid dan orang tua agar nantinya ikut berperan aktif dalam pengelolaan sampah di sekolah," tandasnya.