Kamis, 15 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 272
(Foto: Anita Karyati)
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara dan Kodim 0502/Jakarta Utara meninjau langsung lokasi kebakaran di Jalan Kertajaya, RT 07 dan RT 17, RW 14, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan.
"Saya turut prihatin"
Dalam kunjungan tersebut, Hendra menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta memastikan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas kebakaran terpenuhi dengan baik.
Hendra berharap, para penyintas kebakaran diberikan kekuatan dan ketabahan untuk melewati masa sulit serta mampu kembali menata kehidupan mereka.
"Saya turut prihatin dengan musibah yang terjadi. Tetap sabar, tawakal, dan jaga kesehatan," ujarnya, Kamis (15/10).
Hendra menjelaskan, kebakaran yang terjadi pada Selasa (13/10) sekitar pukul 13.50 WIB tersebut menghanguskan 35 rumah dan berdampak pada 58 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 170 jiwa.
Dalam peristiwa itu, dua orang meninggal dunia, yakni Nabil (6) dan Sumiyah (69). Sementara itu, satu korban lainnya mengalami luka bakar dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Atma Jaya.
"Saat ini, sebagian warga masih menempati lokasi pengungsian sementara di Musala Nurul Hidayah dan Musala Rohimaku Mulloh," terangnya.
Menurutnya, kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan memastikan kondisi warga terdampak, tetapi juga memberikan dukungan moril agar mereka dapat melewati masa pemulihan. Dalam kesempatan itu, Baznas (Bazis) Jakarta Utara turut menyerahkan bantuan dan santunan kepada warga.
"Semoga ini menjadi yang terakhir dan tidak ada kejadian kebakaran lagi. Saya berharap dan mendoakan semuanya bisa pulih, semangat lagi, dan rezekinya bertambah ke depannya," ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Penjaringan, Makhrus Nugroho Darojat menambahkan, sejumlah instansi dan lembaga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak kebakaran.
Bantuan tersebut berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI), Kementerian Sosial, Artha Graha Peduli, kepolisian, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Alhamdulillah, bantuan dari sejumlah instansi sudah didistribusikan. Warga juga mendapatkan layanan psikososial. Sementara itu, kebutuhan lain, seperti seragam sekolah, sedang kami siapkan," bebernya.
Makhrus memaparkan, pihak kelurahan juga tengah mendata dokumen kependudukan warga yang terbakar akibat insiden tersebut. Setelah pendataan selesai, pencetakan ulang dokumen akan dilakukan secara kolektif di kantor kelurahan.
"Kami terus berupaya memastikan kebutuhan warga terpenuhi agar mereka dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala," tandasnya.