Kamis, 15 Oktober 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 339
(Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)
Pemerintah Provinisi DKI Jakarta berpartisipasi dalam kegiatan Jakarta Wonderful Indonesia Tourism Fair 2026 di Grand Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.
Kegiatan yang digelar Kementerian Pariwisata RI, Gabungan Industri Pariwisata (GIPI) dan Pemprov DKI Jakarta itu berlangsung mulai Kamis (15/10) hingga Sabtu (17/10) lusa.
Sektor pariwisata penyumbang terbesar
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati dalam sambutannya menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada semester dua tahun 2026 mencatatkan angka 5,52 persen dan melebihi angka nasional 5,29 persen. Kemudian inflasi daerah pada September 2026, terkendali di kisaran angka 2,7 persen.
"Kami laporkan sektor pariwisata itu menyumbang terbesar. Contoh, saat konser weekend dan Pestapora yang transaksinya menacapai Rp 250 miliar," katanya, Kamis (15/10).
Lalu, pada 24 Oktober nanti dikatakan Eli, bakal ada konser besar yang diperkirakan dihadiri sekitar 15.800 wisatawan mancanegara dari Australia, Jepang, Singapura dan Malaysia.
Ditambahkan Eli, selama tiga hari kegiatan Jakarta WITF 2026 ini pihaknya melibatkan OJK, BPS dan BI untuk melakukan penghitungan transaksi.
"Hasil dari kegiatan ini nantinya bisa menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan yang lebih baik," ucapnya.
Eli juga menyatakan minat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi host kegiatan WTIF 2027 yang bertepatan dengan HUT ke-500 atau 5 abad Jakarta.
Ke depan, Eli mengatakan berupaya meningkatkan penjualan batik tradisional Betawi melalui kegiatan konser-konser di Jakarta agar bisa mendapat perhatian dunia.
"Untuk merealisasikan ini, kami telah menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas," tururnya.
Selanjutnya, Eli memaparkan program Mudik ke Jakarta saat hari raya nanti. Dikatakan Eli, dalam program ini pihaknya telah membangun komunikasi kerja sama dengan PT KAI, industri pesawat terbang dan pariwisata yang lainnya.
Diharapkan Eli, berbagai program yang disiapkan ini akan meningkatkan jumlah kunjungan dan Waktu menetap wisatawan asing di Jakarta.
"Diharapkan, wisatawan akan lebih banyak menghabiskan waktu liburannya di Jakarta. Tujuan akhirnya tentu membelanjakan uangnya di Jakarta," tandasnya.