Selasa, 06 Oktober 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 131
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan terus melakukan penataan kawasan Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa. Dalam proses tersebut, Satpol PP Kecamatan Jagakarsa melakukan sosialisasi sekaligus memberikan surat peringatan kepada para pelaku usaha yang akan direlokasi.
"Secara humanis melalui sosialisasi"
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Jagakarsa, Gortap Hendrick Sihombing mengatakan, pemberian Surat Peringatan (SP) 2 sudah dilakukan kepada para pelaku usaha agar mengosongkan kios atau tempat usaha secara mandiri.
"Pemberian SP sudah kita lakukan sesuai ketentuan dan tentunya secara humanis melalui sosialisasi pemahaman bersama pihak-pihak terkait," ujarnya, Selasa (6/10).
Gortap menjelaskan, untuk kawasan sisi barat Setu Babakan, sebanyak 54 pedagang menerima langsung SP2, 28 pedagang menerima melalui penempelan surat di kios, dan 12 pedagang sudah melakukan pengosongan secara mandiri.
Kemudian, di sisi timur, sebanyak 53 pedagang menerima langsung SP2, 81 pedagang menerima melalui penempelan surat di kios, dan satu pedagang telah mengosongkan tempat usahanya secara mandiri.
"Proses ini akan berlanjut dengan SP3 nantinya. Semoga semua pihak yang terlibat dapat mendukung rencana revitalisasi Setu Babakan ini dan juga mengawal kepentingan pelaku usaha," bebernya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan, Djaharuddin menuturkan, pihaknya sudah menawarkan sejumlah lokasi binaan kepada sekitar 127 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdata dan terdampak penataan kawasan Setu Babakan.
"Penataan kawasan ini memang mengembalikan fungsi kawasan Setu Babakan sebagai wisata alam dan budaya," ucapnya.
Djaharuddin menambahkan, dalam upaya mengembalikan fungsi kawasan tersebut, kapasitas lokasi usaha yang disiapkan di dalam kawasan Setu Babakan terbatas. Untuk itu, tidak seluruh UMKM dapat tertampung di dalam kawasan.
"Bisa ditampung hanya sekitar 63 UMKM, baik di sisi timur maupun barat. Namun, ini belum final. Nantinya teknis itu masih dibahas, mengingat cukup banyak pedagang di sini, baik yang terdata maupun tidak," bebernya.
Menurutnya, bagi pelaku usaha yang belum dapat tertampung di dalam kawasan Setu Babakan, pihaknya menawarkan sejumlah lokasi binaan yang tersedia di Jakarta Selatan, salah satunya di Pasar Minggu.
"Kita punya tiga lokasi binaan (Lokbin) pasar dan 42 lokasi sementara (Loksem). Namun, loksem ini harus khusus untuk makanan, minuman, dan kuliner. Mudah-mudahan nantinya mereka mau untuk direlokasi," tandasnya.