Selasa, 13 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 166
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 70 peserta dari unsur kecamatan, kelurahan, dan Pendamping Bantuan Sosial (Pendamsos) se-Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mengikuti sosialisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital yang diselenggarakan Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
"Penyaluran bansos yang tepat sasaran"
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Jakarta Utara, Anita Permata Sari mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur kewilayahan mengenai pemanfaatan sistem digital untuk mendukung pendataan dan pengusulan warga yang membutuhkan bantuan sosial (bansos), tetapi belum terdata sebagai penerima bantuan.
Menurutnya, transformasi digital menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bansos.
"Pemkot Jakarta Utara berkomitmen mendukung penyaluran bansos yang tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Melalui Perlinsos Digital, pendataan dan penilaian kelayakan penerima bantuan diharapkan semakin optimal,” ujarnya,!di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Selasa (13/10).
Anita menjelaskan terkait pentingnya sosialisasi kepada masyarakat, optimalisasi peran agen Perlinsos, serta penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan agar implementasi program berjalan efektif.
"Kami berharap para peserta dapat memahami dan mengimplementasikan Perlinsos Digital agar pengusulan bansos semakin tepat sasaran," terangnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara, Rony Japriko memaparkan, sosialisasi tersebut memberikan pemahaman kepada aparatur kewilayahan mengenai mekanisme pengusulan warga yang membutuhkan bantuan melalui sistem digital.
"Melalui aplikasi ini, warga yang membutuhkan bantuan tetapi belum terdata dapat diusulkan melalui petugas di tingkat wilayah," ungkapnya.
Ia menuturkan, kegiatan ini menghadirkan Ketua Tim Pelayanan Penggunaan dan Diseminasi Data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemensos RI, Raden Roro Endah Noorwidayati, serta Guntur Agustin Sinaga dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Para peserta juga memperoleh materi mengenai pemeringkatan kesejahteraan masyarakat berdasarkan kategori desil, termasuk indikator penilaian dan faktor-faktor yang memengaruhi perubahan status desil keluarga.
"Materi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai penilaian kesejahteraan masyarakat sehingga proses pengusulan penerima bansos dapat dilakukan secara lebih tepat," bebernya.
Ia menambahkan, Kemensos RI berencana menggelar sosialisasi secara langsung di wilayah untuk memperluas pemahaman masyarakat dan petugas mengenai mekanisme pengusulan bansos serta penilaian tingkat kesejahteraan.
"Melalui sosialisasi dan penguatan koordinasi pusat dan daerah, kami berharap warga yang memenuhi kriteria dapat diusulkan sebagai penerima bansos sesuai mekanisme yang berlaku," tandasnya.