Jumat, 09 Oktober 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 134
(Foto: Fakhrizal Fakhri)
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino menyerap aspirasi pengemudi ojek online (ojol) dalam dialog di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (9/10).
Sejumlah aspirasi yang disampaikan meliputi penyediaan shelter khusus, fasilitas parkir gratis, serta berbagai kendala yang dihadapi pengemudi saat bekerja.
"Banyak masukan berharga,"
Dikatakan Wibi, seluruh masukan tersebut akan diteruskan kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung agar dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan konkret.
"Banyak masukan berharga yang kami dapatkan dari teman-teman ojol, terutama terkait kebutuhan shelter dan parkir gratis," ujarnya.
Menurut Wibi, penyediaan fasilitas tersebut dapat membantu pengemudi ojol menjalankan aktivitas sehari-hari. Pemprov DKI Jakarta, lanjut dia, perlu menghadirkan dukungan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para pengemudi.
Ia juga mendorong agar kebijakan parkir gratis bagi ojol tidak hanya berupa imbauan kepada pengelola pusat perbelanjaan, apartemen, dan rumah sakit. Wibi mendukung usulan pemberian fasilitas parkir gratis selama 30 menit bagi pengemudi ojol.
Aspirasi tersebut, lanjutnya, akan disampaikan kepada Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta untuk dipertimbangkan dalam pembahasan revisi peraturan daerah (perda) tentang perparkiran.
Wibi menambahkan, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta juga telah mendengar aspirasi tersebut. Menurut dia, penerapan parkir gratis dapat dibahas lebih lanjut melalui kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan pengelola fasilitas swasta.
"Kami mendukung aspirasi teman-teman ojol terkait kebutuhan parkir gratis kurang lebih 30 menit. Ini sangat memungkinkan untuk dibahas lebih lanjut," katanya.
Sementara itu, perwakilan pengemudi ojol, Anne mengapresiasi DPRD DKI yang telah membuka ruang dialog bagi para pengemudi untuk menyampaikan keluhan dan kebutuhan mereka secara langsung.
Ia berharap, berbagai aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut tidak berhenti sebatas wacana, tetapi ditindaklanjuti melalui langkah nyata.
"Kami dari ojol berharap DPRD DKI ikut menjembatani aspirasi dan keluh kesah kami sebagai pengemudi ojek online di jalanan," tandasnya.