Jumat, 09 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 182
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Utara mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi SIDAYA (Lanjut Usia Berdaya) untuk meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia (lansia). Upaya ini dilakukan melalui sosialisasi Bina Keluarga Lansia (BKL), Sekolah Lansia, dan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS).
"Mewujudkan lansia tangguh, sehat, merasa aman"
Kegiatan bertema "Optimalisasi Pemanfaatan SIDAYA dalam Mewujudkan Lansia Tangguh, Mandiri, Sehat, dan Berdaya" tersebut diadakan di Kantor Sudin PPAPP Jakarta Utara, Jalan Danau Sunter Utara, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok dengan jumlah 40 peserta yang merupakan perwakilan dari enam kecamatan di Jakarta Utara.
Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Utara, Agung Meidya Gutama mengatakan, peningkatan kualitas hidup lansia membutuhkan kolaborasi terpadu antara pemerintah, keluarga, dan kader di lingkungan masyarakat. Salah satu instrumen yang didorong untuk mendukung upaya tersebut adalah aplikasi SIDAYA.
"Aplikasi SIDAYA hadir sebagai sarana pelayanan publik untuk memetakan sekaligus mewujudkan lansia tangguh, sehat, merasa aman, dan tetap aktif menyalurkan potensinya," ujarnya, Jumat (9/10).
Agung menjelaskan, kader memiliki peran penting dalam mendukung pemanfaatan aplikasi tersebut karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, pendataan kondisi kesehatan dan sosial lansia harus dilakukan secara akurat, cermat, dan menyeluruh agar program pendampingan pemerintah dapat diberikan secara tepat sasaran.
"Kunci utama keberhasilan aplikasi ini berada pada ketepatan input data oleh para kader di lapangan," terangnya.
Menurutnya, dalam kegiatan tersebut peserta mendapatkan materi dari dua narasumber, yakni dr Elsa Pongtuluran dari Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Lanjut Usia dan Rentan BKKBN RI, serta dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Magister Universitas Respati Indonesia (Urindo), Tri Suratmi.
Agung menambahkan, pemanfaatan SIDAYA tidak boleh berhenti pada penginputan data. Informasi yang dihimpun melalui aplikasi tersebut harus menjadi dasar tindak lanjut untuk mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan lansia, termasuk memberikan perhatian khusus kepada mereka yang memerlukan pendampingan atau layanan kesehatan.
"Sejalan dengan moto SIDAYA, 'Hidup Hanya Sekali, Jangan Menua Tanpa Arti', mari bersama kita pastikan lansia di Jakarta Utara menjalani hidup yang bermakna," ungkapnya.
Sementara itu, kader BKL Kelurahan Pademangan Barat, Ati Rohayati menyambut positif pelaksanaan sosialisasi tersebut.
"Materi yang diberikan membantu kader memahami mekanisme pendataan digital, terutama dalam mencatat riwayat kesehatan dan kondisi sosial lansia," bebernya.
Ia menuturkan, sebelumnya pendataan masih dilakukan secara manual sehingga berpotensi menyebabkan informasi tidak tercatat atau tidak dilaporkan secara berkala. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai penggunaan SIDAYA, kader diharapkan dapat melakukan pendataan secara lebih efektif.
"Pelatihan ini sangat aplikatif. Kami jadi lebih paham alur pengisian riwayat kesehatan dan kondisi sosial lansia di SIDAYA. Semoga kami bisa lebih cepat mendeteksi lansia mana saja yang memerlukan rujukan atau perhatian khusus," tandasnya.