Selasa, 06 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 89
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 48 sekolah serta 20 rukun warga (RW) di Jakarta Utara menerima penghargaan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (Adiwiyata) serta Program Kampung Iklim (Proklim). Penghargaan tersebut diberikan di Ruang Bahari, Kantor Wali Kota Jakarta Utara.
"Peduli dan berbudaya lingkungan"
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara, Edy Mulyanto mengatakan, tahun ini sebanyak 48 sekolah berhasil meraih predikat Adiwiyata Pratama.
"Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya peduli dan berbudaya lingkungan hidup di lingkungan pendidikan," ujarnya, Selasa (6/10).
Ia menambahkan, prestasi serupa juga ditunjukkan melalui penguatan aksi ketahanan iklim di tingkat masyarakat. Jakarta Utara membidik predikat tertinggi Proklim Lestari untuk kedua kalinya melalui RW 05, Kelurahan Sunter Agung, setelah sebelumnya predikat tersebut diraih RW 01 Kelurahan Sunter Jaya.
"Sebanyak 19 RW di Sunter Agung meraih status Proklim Pratama dan satu RW berstatus Proklim Lestari. Capaian ini diharapkan memotivasi wilayah lain di Jakarta Utara memperkuat aksi iklim," terangnya.
Edy menjelaskan, pihaknya berkolaborasi dengan Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 dan 2 untuk menggulirkan tantangan "Tobat Ekologi" selama 30 hari bagi sekolah yang belum berstatus Adiwiyata.
"Untuk mendukung gerakan ini, Suku Dinas LH Jakarta Utara juga mengajak sekolah dan aparatur kewilayahan memanfaatkan berbagai fasilitas edukasi dan pengolahan sampah yang telah tersedia," ungkapnya.
Menurutnya, fasilitas tersebut antara lain Gedung Recycled Business Unit (RBU) di Rawa Badak Utara yang dilengkapi sarana edukasi serta pengolahan sampah organik dan anorganik, Fasilitas Pengolahan Sampah Antara (FPSA), serta biodigester berkapasitas 1 hingga 1,5 ton per hari di Rusun RW 14, Kelurahan Cilincing.
"Selamat kepada seluruh penerima apresiasi. Capaian ini harus menjadi pemicu untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya peduli lingkungan di Jakarta Utara," ucapnya.
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Lulu Agustina mengapresiasi capaian Jakarta Utara dalam gerakan Adiwiyata dan pelestarian lingkungan hidup.
Keberhasilan Adiwiyata tidak hanya diukur dari jumlah sekolah yang memperoleh predikat, tetapi juga dari tumbuhnya karakter dan kebiasaan ramah lingkungan di kalangan peserta didik.
"Esensi Adiwiyata bukan sekadar mengajarkan teori, tetapi membentuk karakter dan kebiasaan ramah lingkungan yang dibawa peserta didik hingga ke rumah," benernya
Sementara itu, Kepala Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setko Jakarta Utara, Ardan Solihin menekankan, pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar seremonial.
Saat ini, Pemerintah Kota Jakarta Utara menetapkan Kelurahan Rorotan sebagai proyek percontohan pemilahan sampah yang nantinya dapat direplikasi ke wilayah lain.
"Edukasi harus dimulai dari lingkungan terdekat. Langkah nyata menjaga bumi merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama dalam menghadapi perubahan iklim," tandasnya.