Senin, 05 Oktober 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 208
(Foto: Istimewa)
Anggota DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan mendorong Pemprov DKI meningkatkan literasi dan kesadaran generasi muda untuk berinvestasi di pasar modal sebagai bagian dari persiapan kebutuhan finansial masa depan.
Menurutnya, investasi di pasar modal dapat menjadi salah satu alternatif bagi anak muda untuk mempersiapkan kondisi keuangan, terutama di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
"Sudah waktunya anak muda masuk pasar modal,"
"Sudah waktunya anak muda Jakarta masuk ke dunia pasar modal. Ketika ekonomi sedang sulit seperti ini, menabung dan berinvestasi di pasar modal dapat menjadi solusi untuk mempersiapkan dana bagi berbagai kebutuhan di masa depan," ujarnya, Senin (5/10).
August meminta, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mengintensifkan edukasi investasi di sekolah, kampus, dan ruang publik. Edukasi dinilai penting agar generasi muda memahami mekanisme serta risiko pasar modal sebelum mulai berinvestasi.
"Pasar modal ini bukan suatu hal yang mudah untuk digeluti. Oleh karena itu, Pemprov DKI melalui Dinas Penanaman Modal dan PTSP harus melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah dan tempat-tempat lainnya untuk mengajarkan anak-anak muda kita bagaimana caranya untuk masuk ke pasar modal," katanya.
August menambahkan, edukasi pasar modal juga dapat memperluas wawasan generasi muda mengenai dunia bisnis dan kewirausahaan. Pengenalan investasi sejak dini diharapkan dapat mendorong anak muda mengembangkan usaha melalui modal yang dikumpulkan secara bertahap.
Ia juga mengusulkan kolaborasi Pemprov DKI dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), perbankan, dan institusi pendidikan untuk memperluas akses investasi bagi pemula. Salah satunya melalui pembentukan galeri investasi di kampus sebagai sarana edukasi sekaligus pengenalan praktik transaksi saham secara terarah.
August berharap, penguatan literasi pasar modal tidak sekadar meningkatkan jumlah investor muda, tetapi juga membentuk generasi yang mampu mengambil keputusan investasi secara bijak.
"Di setiap kampus mungkin dapat dibentuk galeri-galeri investasi untuk memfasilitasi para pelajar menjadi investor pemula dengan membeli dan memperdagangkan sahamnya," tandasnya.