Sabtu, 03 Oktober 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 231
(Foto: Andri Widiyanto)
Gedung Balai Kota DKI Jakarta kembali membuka akses bagi masyarakat luas yang ingin memiliki pengalaman menjelajahi kantor gubernur melalui program Namu Balai Kota.
Inisiatif yang digagas oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung ini dirancang untuk mendekatkan masyarakat dengan pusat pemerintahan melalui ruang interaktif dan keterbukaan. Kegiatan Namu Balai Kota menghadirkan rangkaian tur berupa kegiatan edukasi, seni, budaya, kuliner, komunitas, hingga layanan publik.
"tempat yang terbuka yang bisa dikunjungi oleh warganya,"
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati menyampaikan keinginan Gubernur Pramono untuk menjadikan Balai Kota sebagai ruang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Beliau menginginkan bahwa yang namanya Balai Kota merupakan tempat yang terbuka yang bisa dikunjungi oleh warganya," ujar Eli, sapaan akrabnya di balai kota, Sabtu (3/10).
Eli pun meminta masyarakat yang berkunjung agar turut menjaga kebersihan saat berada di Gedung Balai Kota yang merupakan bangunan bersejarah ini.
"Mari kita jaga bersama kebersihannya, kemudian tangannya jangan usil gitu ya. Jadi, silakan kita nikmati perjalanan-perjalanan room tour kita," katanya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi menjelaskan, kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap pembangunan kota.
"Jadi kita akan buka konsepnya bahwa ruang pemerintahan itu bisa dihadiri, bisa dikunjungi dengan cara yang sangat hangat," tutur Marulina Dewi.
Dikatakan Marulina, pengunjung dapat menikmati berbagai ragam kegiatan dan fasilitas dalam program Namu Balai Kota. Di antaranya, tur ruang kerja Gubernur DKI Jakarta, mengunjungi Jakarta Smart City, hingga menyambangi studio produksi Berita Jakarta dan merasakan pengalaman menjadi presenter berita.
Selain itu, para pengunjung juga akan diajak mengujungi Ruang Pola yang merupakan area serbaguna yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan.
"Kita punya Ruang Pola lantai 2. Jadi ruang-ruang ini bisa digunakan untuk komunitas, untuk siapa pun. Jadi kali ini kita mengundang komunitas film, teman-teman yang memproduksi film tetapi mungkin tidak punya akses untuk men-screeningmovie-nya," jelasnya.
Sebelum mengikuti program Namu Balai Kota, para pengunjung diwajibkan untuk melakukan registrasi terlebih dahulu. Penyelenggaraan Namu Balai Kota ini merupakan hasil kolaborasi bersama semua OPD dan juga lembaga.
Pemprov DKI juga menghadirkan layanan publik, antara lain pengurusan paspor dari Direktorat Jenderal Imigrasi, SIM Keliling dari Ditlantas Polda Metro Jaya, Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, serta Samsat Keliling dari Bapenda Provinsi DKI Jakarta.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan, kegiatan pilah sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup, pembukaan rekening Bank Jakarta, serta layanan perizinan berusaha dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Tak hanya itu, layanan kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan turut tersedia dalam rangkaian kegiatan.
Uji coba Namu Balai Kota ini berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, dengan mengundang berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, ASN, hingga anak-anak dari Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesi (YKAKI).
Setelah tahap uji coba dan evaluasi selesai, program Namu Balai Kota diagendakan hadir secara berkala setiap dua minggu sekali di akhir pekan.