Kamis, 01 Oktober 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 162
(Foto: Istimewa)
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan Pengurus Provinsi Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) DKI Jakarta menggelar Invitasi Cabang Olahraga Angkat Besi Pelajar Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai 1-4 Oktober di Hall Angkat Besi Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) DKI Jakarta, Jakarta Selatan, diikuti sebanyak 82 atlet kategori usia U15 dan U18.
"salah satu ajang untuk mengevaluasi,"
Para peserta berasal dari sejumlah daerah dan lembaga pembinaan, di antaranya PABSI, PPLP, SPOBNAS, SPOBDA, SLOMPN, serta klub dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Banten, Bekasi, Bojonegoro, Jakarta, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Kepala Dispora DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, invitasi tersebut menjadi salah satu sarana untuk mengevaluasi hasil pelatihan dan pembinaan atlet yang telah dilakukan. Selain itu, kejuaraan juga menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menambah pengalaman bertanding dan mengukur kesiapan mereka.
“Ini merupakan salah satu ajang untuk mengevaluasi sampai sejauh mana pelatihan-pelatihan, pembinaan-pembinaan yang sudah kita lakukan,” ujar Andri, Kamis (1/10).
Menurutnya, cabang olahraga angkat besi memiliki peluang besar untuk melahirkan atlet yang mampu berprestasi di tingkat internasional. Hal tersebut karena pertandingan angkat besi menggunakan pembagian berdasarkan kelas berat badan, sehingga peluang atlet Indonesia untuk bersaing di level dunia dinilai terbuka.
“Ini merupakan salah satu kawah candradimuka untuk melahirkan bibit-bibit yang nantinya tidak hanya membawa nama baik Jakarta, tetapi juga membawa nama baik daerahnya, dan yang lebih penting lagi membawa nama baik Indonesia di dunia internasional,” tuturnya.
Andri menjelaskan, angkat besi menjadi salah satu cabang olahraga yang dibina DKI Jakarta secara berjenjang, mulai dari usia dini melalui Pembinaan Olahraga Prestasi Berkelanjutan (POPB), PPOP, PPLM hingga Pelatda.
Ia mengatakan, kegiatan kejuaraan dan invitasi perlu terus digelar untuk mengukur perkembangan teknik, strategi, mental, serta kualitas atlet sebelum menghadapi kompetisi yang lebih besar.
“Ke depan, Dispora DKI Jakarta akan terus berkoordinasi dengan KONI DKI Jakarta, KONI Pusat, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), serta Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk memperkuat pembinaan cabang olahraga Olimpiade,” katanya.
Andri menyebut angkat besi, panahan, panjat tebing, dan sejumlah cabang olahraga beladiri sebagai cabang yang akan mendapat perhatian dalam pembinaan.
Ia juga berpesan kepada atlet muda agar disiplin dalam menjalani latihan, menjaga pola istirahat dan makan, serta tidak mudah menyerah.
“Yang paling penting sudah pasti disiplin. Ya disiplin waktu, disiplin istirahat, disiplin tidur, disiplin pola makan, dan yang lebih penting disiplin dalam melakukan latihan,” tandasnya.