Selasa, 29 September 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 127
(Foto: Istimewa)
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta menggelar Latihan Kepemimpinan Pemuda (LKP) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pemuda untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kepemimpinan, sekaligus mendorong mereka menjadi penggerak perubahan di lingkungan organisasi, komunitas, usaha, dan masyarakat.
LKP untuk kategori SMA/SMK/MAN/sederajat dilaksanakan di Gelanggang Jakarta Timur pada Selasa, 29 September 2026. Sementara itu, LKP kategori Universitas/BEM/Komunitas/Organisasi Kepemudaan akan dilaksanakan pada Rabu, 30 September 2026 di tempat yang sama.
"kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,"
Kegiatan tersebut diikuti peserta yang telah melalui tahapan pendaftaran pada 10-20 September 2026. Dari proses pendaftaran tersebut tercatat sebanyak 313 peserta, yang terdiri atas 191 peserta kategori SMA/SMK/MAN/sederajat dan 122 peserta kategori Universitas/BEM/Komunitas/Organisasi Kepemudaan. Setelah seleksi administrasi pada 21 September 2026, ditetapkan kuota masing-masing 100 peserta untuk kedua kategori.
Adapun narasumber dalam kegiatan LKP berasal dari berbagai unsur, yakni pemerintah, organisasi masyarakat, organisasi kemahasiswaan, komunitas kepemudaan, serta sektor swasta atau startup.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, LKP tidak sekadar menjadi pelatihan untuk menambah pengetahuan tentang kepemimpinan.
“Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang untuk membentuk karakter, integritas, keberanian mengambil keputusan, kemampuan bekerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujarnya, Selasa (29/9).
Menurutnya, pemimpin muda tidak selalu harus berada di depan. Pemimpin adalah mereka yang mampu memberikan keteladanan, mendengarkan, mengambil tanggung jawab, menyelesaikan persoalan, dan menghadirkan manfaat bagi orang lain.
“Karena itu, saya berharap seluruh peserta tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi menjadi aktor perubahan,” katanya.
Andri juga mengingatkan pentingnya peran pemuda dalam perjalanan Jakarta menuju lima abad. Ia menyebut Jakarta harus terus berkembang sebagai kota yang modern, inovatif, inklusif, kompetitif, dan memiliki daya saing global, tanpa kehilangan jati diri.
“Jakarta harus menjadi kota global yang tetap berbudaya. Kemajuan teknologi harus berjalan bersama dengan karakter, modernisasi bersama nilai-nilai kebudayaan, pertumbuhan ekonomi bersama kepedulian sosial, serta keterbukaan global yang tetap dibangun di atas identitas dan nilai-nilai yang dimiliki,” jelasnya.
Ia mengajak peserta untuk memanfaatkan kegiatan tersebut dengan belajar berpikir kritis, berani menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan, membangun kolaborasi, dan mencari solusi atas persoalan masyarakat.
“Saya juga ingin mengajak seluruh peserta untuk memiliki semangat: Berani memimpin, siap melayani, mampu berkolaborasi, dan konsisten memberikan kontribusi,” tuturnya.
Ia berharap para peserta menjadi pemimpin muda yang berintegritas, adaptif, kreatif, empatik, dan berbudaya, serta mampu membawa Jakarta semakin maju dan berdaya saing dengan tetap memiliki karakter dan identitas budaya yang kuat.
“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memimpin diri sendiri, berkomunikasi, bekerja dalam tim, membangun hubungan kerja yang produktif, serta mengidentifikasi persoalan dan menyusun alternatif penyelesaian dengan mempertimbangkan risiko dan kepentingan berbagai pihak,” tandasnya.