Selasa, 29 September 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 235
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Sudin Nakertransgi) Kepulauan Seribu mengadakan pelatihan teknik pendingin ruangan atau air conditioner (AC) angkatan pertama di Gedung Serbaguna Bumi Perkemahan, Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.
"Menekan angka pengangguran"
Kepala Seksi Ketenagakerjaan Sudin Nakertransgi Kepulauan Seribu, Titis Sri Hartopo mengatakan, pelatihan yang berlangsung pada 28 September hingga 2 Oktober 2026 tersebut diikuti 10 warga yang belum memiliki pekerjaan tetap. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan keterampilan warga sekaligus menekan angka pengangguran.
Menurutnya, peserta mendapatkan pembekalan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
"Program ini menjadi langkah konkret menekan angka pengangguran sekaligus mendorong warga memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri," ujarnya, Selasa (29/9).
Titis menjelaskan, para peserta mendapatkan materi komprehensif dari instruktur berpengalaman. Materi yang diberikan meliputi pengenalan komponen dasar, teknik perangkaian sistem, perawatan berkala, hingga pengelasan pipa pendingin AC rumah tangga dan mesin refrigerasi industri sesuai standar operasional prosedur (SOP).
"Keterampilan ini diharapkan dapat dimanfaatkan peserta, baik untuk terserap di dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri," terangnya.
Ia menuturkan, peserta yang dinyatakan lulus juga akan mendapatkan sertifikat kompetensi. Selama pelatihan, seluruh kebutuhan operasional peserta, termasuk konsumsi, disiapkan panitia sehingga peserta dapat fokus mengikuti materi dan praktik.
"Pelatihan ini digelar dalam dua angkatan. InsyaAllah, angkatan berikutnya akan dilaksanakan di Pulau Lancang pada akhir Oktober," ungkapnya.
Lurah Pulau Untung Jawa, Muslim menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut. Terlebih, Keterampilan servis AC memiliki prospek kerja yang cukup baik di wilayah kepulauan.
"Pelatihan ini memang dibutuhkan warga dan peminatnya tinggi. Sosialisasi hingga pendaftaran juga dibantu pengurus RT/RW melalui berbagai sarana komunikasi, termasuk grup WhatsApp," ucapnya.
Muslim berharap, peserta yang sudah mengikuti pelatihan dapat memenuhi kebutuhan jasa perbaikan AC bagi warga setempat sekaligus mendorong tumbuhnya unit usaha baru di sektor jasa teknik.
Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan, Ahmad (37) mengaku bersyukur mendapat kesempatan mempelajari servis teknis AC. Berbekal pengalaman memperbaiki mesin kapal, ia optimistis dapat menguasai materi teknik pendingin ruangan dengan cepat.
"Setidaknya setelah lulus saya bisa merawat dan memperbaiki AC sendiri di rumah. Ke depan, saya berencana membuka layanan servis AC panggilan (home service) di pulau ini," tandasnya.