Kamis, 24 September 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 257
(Foto: Andri Widiyanto)
Memperingati World Rabies Day (WRD) 2026, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan mengadakan kegiatan bertajuk "Jakarta Peduli Kucing Jalanan" di kawasan Blok M, Kecamatan Kebayoran Baru.
"Mempertahankan status bebas rabies"
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Selatan, Irawati Harry Artharini mengatakan, kegiatan tersebut difokuskan bagi kucing liar atau kucing jalanan sebagai upaya memastikan kesejahteraan hewan tetap terjaga secara merata, tidak hanya bagi hewan peliharaan yang memiliki pemilik.
"Kesejahteraan hewan itu kan tidak cuma kucing yang berpemilik, tapi hewan-hewan liar itu juga punya hak untuk mendapatkan kesejahteraan. Jadi kami berupaya menginisiasi kegiatan ini di kawasan Blok M sebagai target utamanya," ujarnya, Kamis (24/9).
Irawati menjelaskan, dalam kegiatan tersebut Sudin KPKP Jakarta Selatan menargetkan pemeriksaan kesehatan, pengobatan ringan, hingga vaksinasi rabies terhadap 200 ekor kucing.
"Layanan disebar di sejumlah titik utama kawasan Blok M, yakni area Pasaraya Blok M Hub dan Taman Literasi, Blok M Square, Melawai Plaza dan Taman Sepeda, serta kawasan Gereja, Sentralraya, dan BNI," terangnya.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan turut didukung 60 relawan yang terdiri atas unsur Dinas dan Sudin KPKP, komunitas pencinta kucing seperti Cat Melawai, Dunia Anabul, dan Satu Pet Anabul, serta pihak kelurahan.
"Alhamdulillah antusiasme masyarakat untuk bergabung sebagai sukarelawan tercatat sangat tinggi, meski kapasitas panitia harus dibatasi," ungkapnya.
Irawati menambahkan, kegiatan tersebut terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak. Sejumlah sponsor turut memberikan dukungan, di antaranya Me-O melalui penyediaan pakan hewan, Kalbe Animal Health untuk obat-obatan, serta Pet Tag yang menyediakan alat penanda kucing berupa kalung barcode.
"Setiap kucing liar yang telah selesai diperiksa dan divaksin akan dipasangi tanda khusus berupa barcode pada kalungnya agar mudah diidentifikasi," bebernya.
Irawati memaparkan, Provinsi DKI Jakarta sudah berstatus bebas rabies sejak 2004. Namun, tantangan dalam mempertahankan status tersebut masih tinggi karena Jakarta dikelilingi wilayah yang belum bebas rabies, seperti Tangerang dan Jawa Barat.
"Tingginya mobilitas lalu lintas hewan antardaerah membuat upaya pencegahan, termasuk vaksinasi rabies secara massal, diperlukan untuk mempertahankan status bebas rabies di Jakarta," ucapnya.
Selain vaksinasi, lanjut Irawati, upaya pengendalian populasi kucing juga terus dilakukan melalui metode TNR (Trap, Neuter, and Return) yang menyasar tingkat rukun warga (RW), terutama di wilayah yang rawan menerima aduan masyarakat.
"Kami mengimbau para pemilik hewan peliharaan agar rutin memberikan vaksinasi rabies setiap tahun serta aktif melakukan sterilisasi guna mengendalikan populasi kucing liar secara berkelanjutan," imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Pricilia mengapresiasi upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan hewan, khususnya kucing yang banyak dijumpai di lingkungan masyarakat.
"Kalau bisa kegiatan ini dirutinkan dan lokasinya lebih banyak lagi, agar semua terjangkau dengan baik," tandasnya.