Optimalisasi Lahan Makam Atasi Keterbatasan Petak Makam

Rabu, 23 September 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 230

TPU Pondok Ranggon otoy

(Foto: Ilustrasi)

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mendorong Pemprov DKI mengoptimalkan lahan pemakaman yang tersedia untuk mengatasi keterbatasan petak makam di ibu kota.

Dikatakan Yuke, dalam pembahasan Perubahan APBD 2026, belum terdapat anggaran untuk pengadaan lahan makam baru. Anggaran yang tersedia, lanjutnya, diarahkan untuk pemeliharaan dan optimalisasi layanan pemakaman.

Pembelian lahan baru belum ada

"Untuk pembelian lahan baru belum ada. Karena untuk lahan itu memang agak sulit. Waktunya juga mepet, harus dikaji ulang, ada penlok dan sebagainya," ujar Yuke, Rabu (23/9).

Menurut Yuke, optimalisasi layanan pemakaman dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan dasar bagi warga seperti kain kafan, peti jenazah, dan nisan secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.

DPRD juga mendorong Pemprov DKI memastikan kendaraan jenazah yang telah tersedia terpelihara dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk melayani pengantaran jenazah, khususnya ke wilayah yang masih terjangkau dari Jakarta.

Yuke menegaskan, kebutuhan lahan makam tetap menjadi perhatian karena ketersediaan petak makam di Jakarta semakin terbatas.

Sebab itu, pengadaan lahan diharapkan dapat dialokasikan pada tahun anggaran berikutnya dengan memprioritaskan lahan yang berdekatan atau berbatasan langsung dengan kompleks pemakaman yang sudah ada.

"Yang diprioritaskan yang existing, yang menempel dengan yang existing. Itu untuk pelebaran. Kalau ada lahan yang memang menempel di situ, mungkin itu bisa jadi prioritas," katanya.

Ia menambahkan, pengadaan lahan di wilayah pinggiran Jakarta juga dapat dipertimbangkan dengan memperhatikan harga tanah dan kemampuan fiskal daerah. Sementara itu, opsi pengadaan lahan di luar Jakarta atau kawasan aglomerasi masih perlu dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah terkait.

"Kita coba optimalkan dulu yang ada di Jakarta. Minimal pinggir-pinggir, tapi masih di Jakarta. Kalau memang harus ke luar daerah, pastinya nanti akan ada pembicaraan dengan daerah-daerah aglomerasi atau mungkin penyangga Jakarta," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Walikota jaksel syafrin ziarah tmp kalibata tiyo

Syafrin Bersama Jajaran PMI Jaksel Ziarah ke Makam Bung Hatta

Rabu, 16 September 2026 277

TPU Pondok Ranggon dikunjungi Peziarah

DPRD Dukung Penambahan Lahan Pemakaman

Selasa, 28 Oktober 2025 1830

Tempat Pemakaman Umum  Cipayung terletak di Jalan TPU Cipayung

Taman Pemakaman Umum Cipayung Sudah Bisa Digunakan

Rabu, 01 Oktober 2025 2203

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 3557

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 2414

IMG 20260921 WA0072

Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

Senin, 21 September 2026 1244

LRT ujicoba jati

Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

Senin, 21 September 2026 989

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 991

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks