Selasa, 22 September 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Andry 127
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) bersama finalis Abang None (Abnon) Kepulauan Seribu 2026 mengadakan kegiatan Enjoy Waste Management, Enjoy the Tourism, Sustainable Island di Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mengikuti penanaman mangrove dan mengunjungi sejumlah lokasi bank sampah. Mereka melihat langsung proses pemilahan hingga pengelolaan sampah yang dilakukan masyarakat.
"Pentingnya menjaga lingkungan,"
Kepala Suku Dinas LH Kepulauan Seribu, Achmad Hariadi mengatakan, keterlibatan generasi muda, termasuk finalis Abnon, penting untuk memperkuat kesadaran bahwa pariwisata dan kebersihan lingkungan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
“Kepulauan Seribu merupakan bagian penting dari masa depan pariwisata Jakarta. Karena itu, pengelolaan lingkungan harus menjadi perhatian bersama seiring meningkatnya aktivitas pariwisata,” ujarnya, Selasa (22/9).
Menurut Hariadi, keindahan alam Kepulauan Seribu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Potensi tersebut perlu dijaga melalui kebersihan lingkungan dan keterlibatan masyarakat.
Ia menambahkan, kegiatan bersama finalis Abnon menjadi sarana edukasi agar generasi muda memahami pengelolaan sampah secara langsung. Para peserta juga mendapat pengetahuan dari narasumber yang berpengalaman dalam pengelolaan sampah hingga tingkat nasional.
“Pulau Seribu identik dengan pariwisata, dan pariwisata identik dengan kebersihan. Karena itu, kami mengenalkan gerakan Enjoy Waste Management,” katanya.
Hariadi menjelaskan, pengelolaan sampah bukan hanya upaya menjaga kebersihan, tetapi juga dapat memberikan manfaat apabila dilakukan melalui pemilahan dan pengolahan secara konsisten.
"Kami berharap para finalis Abnon dapat ikut menyebarluaskan pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan kepada masyarakat dan wisatawan," harapannya.
Sementara itu, Wakil Camat Kepulauan Seribu Utara, Wahyudi mengapresiasi keterlibatan Abnon 2026 dan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, penampilan dan prestasi perlu diimbangi dengan kepedulian terhadap lingkungan. Kepedulian tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan kawasan wisata yang bersih dan nyaman.
“Penampilan kita boleh cantik, ganteng, dan pintar, tetapi harus diimbangi kepedulian. Jangan sampai terlihat baik, tetapi masih membuang sampah sembarangan,” tuturnya.
Wahyudi berharap Abnon 2026 dari Kepulauan Seribu maupun lima wilayah kota lainnya dapat menjadi contoh dalam menjaga kebersihan sekaligus mengajak masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.
“Semoga Abang None 2026 tidak hanya memiliki penampilan dan semangat, tetapi juga peduli terhadap lingkungan,” tandasnya.