Jumat, 18 September 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 330
(Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)
Herve Pierre Sidarta (Piere) dari Jakarta Selatan dan Citra dari Jakarta Timur, dinobatkan sebagai pasangan Abang-None (Abnon) Jakarta 2026, setelah berhasil meraih peringkat pertama dalam malam final yang diadakan di Ciputra Art Preuneur, Jalan Prof DR Satrio, Kuningan Barat, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (18/9).
Sedangkan Wakil 1 Abang-None Jakarta 2026 diraih Muhammad Hamiz Ghani dari Jakarta Barat dan Nadya Ramadhita dari Kepulauan Seribu. Lalu, Wakil II Muhammad Zaeralsyah dari Kepulauan Seribu dan Thana Mutia dari Jakarta Timur.
Pasukan kita menghadapi lima abad Jakarta tahun depan
Untuk Juara Harapan 1 terpilih Reza Sya'bana wakil dari Kepulauan Seribu dan Azzahra Nureyna Cintan dari Jakarta Utara. Juara Harpan 2 diraih Dhanis Adrianto dari Jakarta Selatan dan Nabilla Mahatma Zahra dari Jakarta Barat
Lalu, Juara Harapan 3 diraih Kevin Johanes dari Jakarta Pusat dan Candrika Sirna dari Kepulauan Seribu. Sementara pasangan Muhammad Figo Zulvan dari Jakarta Barat dan Azzahra Nureyna dari Jakarta Utara terpilih sebagai juara favorit.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan, 36 finalis yang tampil malam ini sudah melalui proses seleksi dan pembekalan, sehingga memahami tugas dan fungsinya saat terpilih sebagai Abang-None Jakarta 2026.
Selain menjadi duta dan mempromosikan Jakarta, Rano mengatakan, mereka telah diberikan pemahaman dan mempersiapkan diri untuk terlibat dalam berbagai program Jakarta menyambut HUT ke-500, pada 2027 mendatang.
"Walau juaranya ada satu, tapi finalis ini semuanya adalah pasukan kita menghadapi lima abad Jakarta tahun depan. Karena dari awal mulai seleksi, kita sudah kasih bobot tentang apa tugas mereka selanjutnya,” ujar Rano.
Ditegaskan Rano bahwa Jakarta telah memliki komisi film yang disebut Jakarta Film Commision (JF). Karena itu, ke depan Rano berharap pasangan Abang-None lebih aktif dalam ekonomi kreatif dan mendorong untuk memiliki bobot di bidang perfilman.
"Ekosistem perfilman di dunia sedang bergerak dan kta lihat misalnya teman kita, Iko Uwais, dipercaya Jackie Chan untuk menjadi ketua juri. Itu kan mengindikasikan Indonesia dapat kesempatan dan kesempatan ini harus kita ambil," tandasnya.