Jumat, 18 September 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 81
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) mengadakan program Jumat Beli Lokal (JBL) secara daring dan luring dengan melibatkan 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Layak dibeli"
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengatakan, program JBL menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk unggulan mereka secara langsung kepada masyarakat maupun Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Kegiatan ini kita adakan sebagai ruang yang efektif bagi pelaku UMKM Jakarta Selatan untuk memasarkan produknya. Di sini terjadi interaksi langsung antara pelaku UMKM dengan warga atau ASN di lingkungan Pemkot Jakarta Selatan untuk bertransaksi jual beli," ujarnya, Jumat (18/9).
Syafrin berharap, kebiasaan membeli produk lokal tidak hanya dilakukan setiap Jumat, tetapi dapat berkembang menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.
"Transaksi yang dilakukan dengan UMKM lokal akan berdampak langsung terhadap penguatan ketahanan ekonomi masyarakat secara masif," terangnya.
Syafrin melihat produk yang dipasarkan sudah memenuhi sejumlah aspek utama, mulai dari kualitas dan kehigienisan hingga kepastian informasi produk, seperti batas waktu penggunaan serta jaminan halal.
"Sangat bagusnya, seluruh UMKM kita sudah literasi digital. Sehingga mereka bisa melakukan inovasi sesuai dengan ekspektasi warga terhadap produk yang mereka hasilkan," ungkapnya.
Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Azizah Syafrin menuturkan, TP PKK bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) siap bersinergi dan berkolaborasi untuk mengangkat potensi perajin lokal agar semakin dikenal luas oleh masyarakat.
"Dekranasda maupun TP PKK sangat mendukung UMKM ini agar bisa muncul di permukaan dan masyarakat juga tahu bahwa di Jakarta Selatan ini banyak hasil-hasil UMKM yang layak dibeli dan kualitasnya juga tidak kalah menarik," bebernya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan, Djaharuddin memaparkan, seluruh peserta sudah melalui berbagai tahapan persiapan sebelum produknya dipasarkan.
Selain secara daring, lanjut Djaharuddin, kegiatan JBL yang berlangsung mulai 18 hingga 24 September 2026 tersebut juga digelar di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan dan seluruh kantor kecamatan se-Jakarta Selatan.
Ia menyampaikan, sebelum dipasarkan dalam JBL, 100 pelaku UMKM yang terlibat sudah mengikuti beberapa persyaratan termasuk kurasi dan sertifikasi.
"Kami ingin ASN dan warga dapat membeli produk pelaku UMKM ini. Sehingga, perputaran ekonomi UMKM berjalan dengan baik dan produknya semakin dikenal khalayak luas," tandasnya.